KEDU UTARA, TEMANGGUNG (11/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus menggencarkan upaya preventif dalam menjaga kelestarian kawasan hutan melalui edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan hutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di petak 4 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jumprit, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung, yang masuk wilayah administratif Desa Pitrosari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, pada Senin (11/05).
Kegiatan edukasi tersebut dilakukan jajaran Perhutani BKPH Temanggung bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Redi Sumber Rejeki sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya persoalan sampah yang berpotensi merusak ekosistem hutan. Selain memberikan imbauan secara langsung kepada masyarakat, Perhutani juga memasang sejumlah plang larangan membuang sampah di kawasan hutan sebagai pengingat agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Langkah tersebut sekaligus mendukung program pemerintah dalam penanganan sampah dan pelestarian lingkungan hidup. Kawasan hutan yang bersih dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi ekologis hutan, mencegah pencemaran, serta mendukung keberlangsungan sumber mata air dan habitat alami di sekitar kawasan.
Wakil Administratur KPH Kedu Utara, Bambang Setyawan, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi preventif tersebut merupakan bagian dari upaya Perhutani dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan secara bersama-sama.
“Perhutani terus berupaya melakukan pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan di kawasan hutan. Sampah yang dibuang di hutan dapat merusak lingkungan, mencemari sumber air, bahkan berpotensi menimbulkan kebakaran hutan saat musim kemarau. Oleh karena itu, Perhutani mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan kawasan hutan,” ujar Bambang Setyawan.
Ia menambahkan bahwa pemasangan plang larangan membuang sampah di sejumlah titik strategis di kawasan hutan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan menjadi pengingat bersama agar lebih disiplin menjaga lingkungan.
Menurutnya, sinergi antara Perhutani, pemerintah desa, dan masyarakat sangat diperlukan guna menciptakan kawasan hutan yang bersih, sehat, dan lestari. Perhutani juga akan terus melakukan pemantauan serta sosialisasi secara berkelanjutan kepada masyarakat sekitar hutan.
Sementara itu, Ketua LMDH Redi Sumber Rejeki, Ikhwanudin, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah yang dilakukan Perhutani dalam menjaga kebersihan kawasan hutan. Menurutnya, edukasi semacam itu sangat penting karena masih terdapat sebagian masyarakat yang kurang sadar akan dampak negatif membuang sampah sembarangan di kawasan hutan.
“Kami mendukung kegiatan yang dilakukan Perhutani ini. Dengan adanya plang larangan dan edukasi langsung kepada masyarakat, diharapkan masyarakat semakin sadar untuk tidak membuang sampah di kawasan hutan. Hutan harus dijaga bersama karena manfaatnya juga kembali untuk masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Kedu Utara berharap tercipta budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan. Upaya preventif dan edukatif dinilai menjadi langkah efektif untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengurangan sampah dan pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan. (Kdu/Nurul)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply