KEDU SELATAN, BANJARNEGARA (10/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan menghadiri kegiatan Paparan Akhir Dokumen Inventarisasi Gas Rumah Kaca (IGRK) Kabupaten Banjarnegara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) di Aula Kantor DPKPLH Kabupaten Banjarnegara, Selasa (07/07). Kegiatan ini merupakan tahapan akhir penyusunan dokumen inventarisasi emisi gas rumah kaca sebagai dasar perencanaan kebijakan pembangunan rendah karbon dan berkelanjutan di Kabupaten Banjarnegara.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjarnegara, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, bidang-bidang di lingkungan DPKPLH, UPT TPA Winong, PT PLN Indonesia Power UBP Mrica, PT Geo Dipa Energi UP Dieng, serta Perum Perhutani KPH Kedu Selatan yang diwakili Kaur Teknik Kehutanan (TK), Eka Yunindra, bersama para pejabat fungsional dan staf Bidang Lingkungan Hidup DPKPLH.
Administratur KPH Kedu Selatan, melalui Kaur Teknik Kehutanan (TK), Eka Yunindra, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penuh penyusunan Dokumen Inventarisasi Gas Rumah Kaca (IGRK) sebagai salah satu instrumen penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Menurutnya, sektor kehutanan memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan melalui fungsi hutan sebagai penyerap karbon sekaligus penyangga kehidupan.
“Perhutani KPH Kedu Selatan berkomitmen mendukung program Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam penyusunan Inventarisasi Gas Rumah Kaca. Hutan memiliki peran penting sebagai penyerap emisi karbon sehingga pengelolaan hutan secara lestari harus terus diperkuat. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, kami berharap upaya pelestarian hutan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca serta mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujarnya
Kepala Bidang Lingkungan Hidup DPKPLH Kabupaten Banjarnegara, Nurwahid Ridha, menyampaikan bahwa Dokumen Inventarisasi Gas Rumah Kaca akan menjadi acuan dalam penyusunan program mitigasi perubahan iklim, pengendalian emisi, serta pelaporan kinerja lingkungan daerah. Dengan tersusunnya dokumen tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menunjukkan komitmennya dalam mendukung target nasional penurunan emisi gas rumah kaca serta mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan, berkelanjutan, dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Dalam pemaparannya juga disampaikan hasil inventarisasi emisi gas rumah kaca dari berbagai sektor, meliputi energi, limbah, pertanian, kehutanan, dan penggunaan lahan. Dokumen tersebut disusun berdasarkan data yang diperoleh dari organisasi perangkat daerah dan instansi terkait sehingga mampu memberikan gambaran kondisi emisi gas rumah kaca di Kabupaten Banjarnegara secara komprehensif.
Melalui forum tersebut, para peserta memberikan masukan, klarifikasi data, serta penyempurnaan terhadap hasil inventarisasi sebelum dokumen ditetapkan sebagai dokumen resmi daerah. Diskusi yang berlangsung secara interaktif diharapkan dapat meningkatkan kualitas data sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Perhutani KPH Kedu Selatan mendukung penyusunan Dokumen Inventarisasi Gas Rumah Kaca sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan. Sinergi antara pemerintah daerah, Perhutani, dan para pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat langkah mitigasi perubahan iklim di Kabupaten Banjarnegara. (Kds/Bhs).
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply