KEDU SELATAN, (02/11/2026) | Kegiatan komunikasi sosial (komsos) rutin kembali digelar di lingkungan kerja Perhutani. Bertempat di petak 26D, Desa Kalipetuk, wilayah Tempat Penimbunan Getah (TPG) Siwarak, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bogangin, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gombong Utara, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (31/10). Komsos ini menjadi momentum penting bagi para penyadap getah pinus. Fokus utama pertemuan kali ini adalah mengaktifkan kembali rutinitas penyadapan serta mempersiapkan diri menghadapi musim penghujan yang segera tiba.
Administratur KPH Kedu Selatan melalui Kepala RPH Bogangin, Akhmad Nurudin DP, yang memberikan arahan teknis kepada para penyadap. Dalam arahannya, Akhmad Nurudin DP menekankan pentingnya kedisiplinan dalam menjaga ritme penyadapan agar produktivitas getah tetap stabil.
“Menjelang musim hujan, tantangan di lapangan pasti meningkat. Namun, dengan persiapan yang matang dan teknik penyadapan yang benar, kita optimistis target tetap tercapai,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, RPH Bogangin juga menjelaskan beberapa strategi yang perlu diterapkan oleh para penyadap. Pertama, mengoptimalkan penggunaan alat sadap agar tidak ada getah yang terbuang percuma saat hujan turun. Kedua, melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi pohon dan saluran getah untuk mencegah kerusakan akibat cuaca ekstrem. Para penyadap juga diimbau agar lebih sigap mengambil getah sebelum hujan deras turun guna menghindari penurunan kualitas getah akibat tercampur air.
Sementara itu, salah satu penyadap getah pinus, Sutrisno, menyambut baik kegiatan komunikasi sosial tersebut. Menurutnya, arahan dan koordinasi dari petugas Perhutani sangat membantu para penyadap dalam mempersiapkan kegiatan penyadapan, terutama menjelang musim penghujan.
“Kami merasa terbantu dengan adanya arahan dari Perhutani. Menjelang musim hujan, kami akan lebih memperhatikan teknik penyadapan, kondisi peralatan, serta waktu pengambilan getah agar kualitas dan hasil produksi tetap terjaga. Kami siap mengikuti arahan petugas dan menjaga kedisiplinan dalam bekerja,” ungkap Sutrisno.
Komunikasi sosial ini juga menjadi wadah dialog dua arah. Para penyadap diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala di lapangan, seperti kondisi jalan yang licin dan ancaman hama. Melalui pendekatan komunikasi yang terbuka dan hangat, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara petugas lapangan dan manajemen. Melalui persiapan yang matang di petak 26D tersebut, RPH Bogangin optimistis dapat menghadapi musim penghujan dengan hasil sadapan yang maksimal dan berkualitas.(Kds/Bhs)
Editor: Intan
Copyright © 2026
















Leave a Reply