KEDU SELATAN (02/11/2026) Perhutani KPH Kedu Selatan menggelar sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sekitar hutan yang beraktivitas sebagai penggarap di kawasan Petak 28G, wilayah RPH Kaliwiro, pada Sabtu (31/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran dan komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan rencana pembangunan tanaman kehutanan.
Peserta kegiatan berasal dari masyarakat penggarap atau pesanggem Desa Bogoran, Desa Mangunrejo, dan Desa Mungkung. Hadir dalam kegiatan tersebut KRPH Kaliwiro, Kharisma Alfian, Mandor Tanam, Mandor Polter, serta perwakilan pengurus LMDH Rahayu Desa Bogoran, Munjamil.
Dalam sosialisasi tersebut, Administratur KPH Kedu Selatan melalui KRPH Kaliwiro, Kharisma Alfian, menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan tanaman kehutanan di Petak 28G membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh masyarakat yang beraktivitas di lokasi tersebut. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga tanaman, tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat pertumbuhan atau merusak tanaman, serta turut berperan dalam pemeliharaan dan pengamanan kawasan.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan tanaman kehutanan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki fungsi ekologis, ekonomis, dan sosial. Karena itu, pemanfaatan lahan oleh masyarakat perlu selaras dengan tanggung jawab dalam menjaga kelestarian hutan dan keberhasilan tanaman.
KRPH Kaliwiro, Kharisma Alfian, mengajak seluruh masyarakat penggarap untuk mendukung rencana pembangunan tanaman kehutanan di Petak 28G dengan turut menjaga dan tidak merusak tanaman. Menurutnya, keberhasilan pembangunan hutan membutuhkan komitmen dan kepedulian bersama agar hutan tetap lestari dan masyarakat terus memperoleh manfaat.
Perwakilan LMDH Rahayu Desa Bogoran, Munjamil, menyampaikan terima kasih atas perhatian, pembinaan, dan komunikasi yang terus dibangun Perhutani bersama masyarakat. Ia menyatakan siap membantu menyosialisasikan kegiatan tersebut serta mengajak para penggarap untuk mendukung dan menjaga keberhasilan tanaman di Petak 28G. Menurutnya, menjaga hutan merupakan tanggung jawab bersama dan manfaatnya akan kembali kepada masyarakat.
Melalui pendekatan dialogis dan edukatif, Perhutani berharap dapat membangun kesepahaman bahwa keberhasilan pembangunan hutan merupakan tanggung jawab bersama. Komitmen masyarakat sebagai mitra pengelolaan hutan menjadi faktor penting dalam mewujudkan kawasan hutan yang produktif, lestari, dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Perhutani, LMDH, dan masyarakat penggarap agar rencana pembangunan tanaman kehutanan di Petak 28G dapat terlaksana dengan baik, memperoleh dukungan masyarakat, serta terjaga keberhasilannya hingga masa mendatang. Menjaga tanaman hari ini berarti menjaga manfaat hutan untuk masa depan.(Kds/Bhs).
Editor: Annisha
Copyright © 2026














Leave a Reply