KEDU SELATAN (7/9) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngadisono bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Kemiriombo, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tunas Makmur, dan komunitas lingkungan meningkatkan sinergi dalam menjaga kelestarian hutan serta keberlangsungan sumber mata air bagi masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Lingkungan “Green Collaboration”. Kegiatan yang merupakan kolaborasi Daygreen Environment dan Palasska Kaliwiro tersebut dilaksanakan di Balai Desa Kemiriombo, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, pada Minggu (06/09/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menjaga keberadaan sumber mata air yang berada di kawasan hutan. Berbagai unsur masyarakat, pelajar, kelembagaan desa, komunitas lingkungan, dan instansi pemerintahan turut hadir untuk membangun kepedulian terhadap kelestarian ekosistem hutan.
Kepala Desa Kemiriombo, Pratikno, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan sumber mata air memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sehingga kelestarian hutan harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Pemerintah Desa Kemiriombo mendukung penuh inisiatif ini. Keberadaan mata air di kawasan hutan merupakan urat nadi kehidupan warga. Menjaga kelestarian hutan bukan sekadar imbauan, tetapi kewajiban bersama demi generasi mendatang,” ujar Pratikno.
Ketua LMDH Tunas Makmur Kemiriombo, Achmad Sudarman, menegaskan kesiapan masyarakat desa hutan untuk terus bersinergi dengan Perhutani dalam menjaga kawasan hutan.
“Kami siap menjadi bagian terdepan dalam gerakan pelestarian. Kesejahteraan masyarakat sangat bergantung pada hutan yang sehat dan terjaga,” tegas Achmad.
Sementara itu, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan melalui Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kaliwiro, Kharisma Alfian, menekankan bahwa hutan memiliki fungsi ekologis penting dalam menjaga tata air. Menurutnya, kelestarian tutupan hutan berperan dalam menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.
“Menjaga hutan berarti menjaga sumber kehidupan. Karena itu, kolaborasi antara Perhutani, pemerintah desa, masyarakat, dan komunitas lingkungan sangat diperlukan agar fungsi hutan tetap berjalan optimal,” ungkap Kharisma.
Sebagai bentuk aksi nyata, para pihak menyepakati rencana penanaman pohon beringin di sekitar sumber mata air dalam kawasan hutan. Selain itu, seluruh peserta berkomitmen meningkatkan kepedulian terhadap keamanan hutan, termasuk mencegah berbagai gangguan hutan dan ancaman kebakaran yang dapat berdampak terhadap ekosistem serta sumber mata air.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan talk show. Kegiatan tersebut juga diisi dengan pemutaran film dokumenter “HUTANG MATA AIR” karya Komunitas Samitra Lingkungan Wonosobo yang memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga sumber air.
Kegiatan tersebut turut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonosobo, SAR RPB Kaliwiro, BAGANA Banser Kaliwiro, Pegiat Lingkungan Domasan, Go Fishing Wonosobo, Karang Taruna, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta para pelajar dari sejumlah sekolah di wilayah Kaliwiro dan sekitarnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bibit pohon secara simbolis sebagai wujud komitmen seluruh pihak untuk menjaga kelestarian alam, keamanan hutan, dan keberlanjutan sumber air bagi masyarakat. (Kds/Bhs).
Editor: Annisha
Copyright © 2026
















Leave a Reply