MANTINGAN (10/08/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan melalui Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Tlogo, Suyatno, melakukan komunikasi sosial (komsos) dengan Sekretaris Desa Karangasem, Sunarto, terkait pemutakhiran data pupuk bersubsidi bagi pesanggem Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Karangasem, Senin (10/08/2026).
Komsos dilaksanakan secara langsung di kediaman Sekretaris Desa Karangasem, Sunarto, di Desa Karangasem, Kecamatan Bulu. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan LMDH Karangasem untuk memperbarui data Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) pupuk bersubsidi bagi lahan tumpangsari yang digarap pesanggem di wilayah Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Tlogo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngiri.
RPH Tlogo memiliki 98 pesanggem aktif yang tergabung dalam LMDH Karangasem. Mereka menggarap lahan tumpangsari seluas 42,5 hektare dengan komoditas jagung, kacang tanah, dan kedelai.
Akurasi data pupuk bersubsidi menjadi penting menjelang musim tanam 2026/2027 agar pesanggem tidak mengalami kesulitan memperoleh pupuk dan produktivitas lahan tetap terjaga. Dalam kegiatan komsos tersebut, KRPH Tlogo, Suyatno, membawa dokumen daftar by name by address pesanggem aktif LMDH Karangasem, peta petak pangkuan dan luas garapan masing-masing pesanggem, serta surat pengantar dari Asper KBKPH Ngiri.
KRPH Tlogo, Suyatno, bersama Sekretaris Desa Karangasem, Sunarto, melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data dengan mencocokkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), luas garapan, serta kebutuhan pupuk urea dan NPK setiap musim tanam.
Administratur KPH Mantingan melalui Kepala RPH Tlogo, Suyatno, menyampaikan bahwa keakuratan data harus dipastikan agar penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran. Perhutani juga siap melakukan pendampingan hingga pupuk diterima pesanggem.
“Hari ini saya melakukan komsos dengan Pak Sunarto di rumah beliau. Kami membahas data pupuk bersubsidi untuk LMDH Karangasem. Datanya harus valid karena kami tidak ingin ada petani yang tidak mendapatkan haknya. Ada yang baru menggarap dan ada pula yang sudah tidak lagi menggarap. Tadi kami melakukan coklit satu per satu bersama Pak Sunarto. Selanjutnya, data akan diinput ke e-RDKK. Saya dari RPH Tlogo siap mengawal hingga pupuk diterima pesanggem. LMDH Karangasem merupakan mitra utama kami yang harus terus didukung. Jika tanaman pesanggem tumbuh dengan baik, kelestarian hutan juga semakin terjaga,” ujar Suyatno.
Sekretaris Desa Karangasem, Sunarto, menyatakan siap memfasilitasi proses input data ke sistem e-RDKK Kementerian Pertanian melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa. Hasil pemutakhiran data selanjutnya akan dikirim ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bulu untuk diverifikasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Rembang. KRPH Tlogo juga akan mengawal proses tersebut hingga pupuk tersedia di kios pengecer terdekat.
Sementara itu, Sekretaris Desa Karangasem, Sunarto, menyampaikan apresiasi kepada Perhutani atas pendampingan dalam proses pemutakhiran data dan menyatakan akan segera berkoordinasi dengan PPL serta BPP Bulu untuk proses input e-RDKK.
“Terima kasih kepada Pak Suyatno dari Perhutani yang sudah datang ke rumah. Memang data pupuk LMDH Karangasem perlu diperbarui. Ada warga yang baru ikut menggarap dan ada juga yang sudah tidak lagi menggarap. Data yang dibawa Pak KRPH tadi sudah lengkap, mulai dari nama, NIK, hingga luas garapan. Besok saya akan berkoordinasi dengan PPL dan BPP Bulu untuk input e-RDKK. Targetnya minggu depan selesai. Pemerintah Desa Karangasem mendukung penuh karena jika pesanggem sejahtera, Desa Karangasem juga akan semakin aman dari gangguan hutan. Ini merupakan bentuk sinergi antara Perhutani dan pemerintah desa,” ujarnya.
Komsos KRPH Tlogo dengan Sekretaris Desa Karangasem merupakan wujud pendampingan Perhutani KPH Mantingan terhadap pesanggem LMDH. Pemutakhiran data pupuk bersubsidi menjadi salah satu langkah penting KPH Mantingan pada 2026 untuk mendukung ketahanan pangan dari kawasan hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pesanggem.
Saat ini, LMDH Karangasem bermitra dengan KPH Mantingan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dengan tersedianya pupuk bersubsidi secara tepat, produktivitas tanaman pesanggem diharapkan meningkat. Sinergi Perhutani, pemerintah desa, dan LMDH menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat. (Mnt/Ism).
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply