PURWODADI, PERHUTANI (03/11/2026) | Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di sekitar kawasan hutan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan kegiatan pemasangan plang peringatan bencana di petak 31 G-2 dengan luas 2,5 hektare, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Plosokerep, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penganten, pada Senin (2/11).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh jajaran Perhutani BKPH Penganten tersebut merupakan langkah preventif untuk memberikan informasi dan peringatan dini kepada masyarakat mengenai potensi terjadinya bencana alam di kawasan hutan maupun lingkungan sekitarnya. Pemasangan plang ini diharapkan dapat menjadi sarana pengingat bagi masyarakat agar senantiasa berhati-hati ketika beraktivitas, khususnya saat kondisi cuaca tidak menentu dan memasuki musim penghujan.
Selain pemasangan plang, jajaran Perhutani juga memberikan imbauan secara langsung kepada masyarakat sekitar hutan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan bencana alam, seperti tanah longsor, banjir, pohon tumbang, serta kondisi tanah yang labil akibat curah hujan tinggi. Masyarakat juga diingatkan untuk menghindari aktivitas di sekitar tebing yang rawan longsor, aliran sungai yang berpotensi meluap, serta pohon-pohon besar yang rawan tumbang ketika terjadi hujan deras disertai angin kencang.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Penganten, Heru Sutikno, menyampaikan bahwa pemasangan plang peringatan bencana merupakan salah satu bentuk kepedulian Perhutani dalam memberikan perlindungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi risiko bencana alam.
“Melalui pemasangan plang peringatan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keselamatan diri dan lingkungan. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan hutan, agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca dan potensi bencana alam. Apabila terjadi hujan deras, angin kencang, atau terlihat tanda-tanda tanah bergerak dan kondisi lingkungan yang membahayakan, sebaiknya segera menjauh dari lokasi tersebut dan melaporkannya kepada pihak terkait. Keselamatan masyarakat merupakan hal yang harus menjadi perhatian bersama,” ungkap Heru.
Sementara itu, Mulyadi, warga Dusun Plosokerep, menyambut baik langkah yang dilakukan Perhutani dengan memasang plang peringatan bencana serta memberikan imbauan kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani yang telah memberikan perhatian dan mengingatkan masyarakat mengenai bahaya bencana alam. Dengan adanya plang peringatan ini, warga menjadi lebih memahami lokasi yang perlu diwaspadai dan diharapkan semakin berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar kawasan hutan, terutama saat musim hujan. Kami juga akan menyampaikan imbauan ini kepada warga lainnya agar bersama-sama menjaga keselamatan,” ujar Mulyadi.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Purwodadi berharap terbangun kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam. Sinergi antara Perhutani dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam upaya mitigasi bencana, sehingga risiko yang dapat membahayakan keselamatan jiwa maupun lingkungan dapat diminimalkan.
Perhutani juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan penebangan liar, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjaga saluran air agar tetap berfungsi dengan baik. Sebab, hutan yang terjaga kelestariannya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mengatur tata air, mengurangi risiko erosi dan banjir, serta mendukung keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Editor : Diono















Leave a Reply