PURWODADI, PERHUTANI (06/08/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran BKPH Tumpuk melaksanakan kegiatan sosialisasi rencana tanaman tahun 2026 kepada para pesanggem di Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Rabu (5/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan penanaman tahun 2026 sekaligus memperkuat sinergi antara Perhutani dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi kawasan hutan secara berkelanjutan.
Sosialisasi difokuskan pada rencana penanaman di petak 91A seluas 23,40 hektare, serta petak 58E seluas 4,00 hektare. Jenis tanaman pokok yang akan ditanam adalah jati dengan tanaman pengisi berupa johar menggunakan jarak tanam 3 x 3 meter. Lokasi tersebut berada di wilayah tanah turun Desa Dokoro dengan melibatkan pesanggem dari Dusun Gemblung dan Dusun Blimbing sebagai mitra Perhutani dalam pelaksanaan kegiatan penanaman.
Selain menyampaikan teknis pelaksanaan tanaman, jajaran Perhutani juga memberikan penekanan kepada seluruh pesanggem agar pembuatan acir atau tanda titik tanam dilakukan sesuai tata waktu yang telah ditetapkan. Ketepatan waktu dalam pembuatan acir dinilai sangat penting agar seluruh tahapan penanaman dapat berjalan sesuai jadwal dan menghasilkan pertumbuhan tanaman yang optimal.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan rencana penyulaman tanaman ke-3 pada petak 91D seluas 5,7 hektare yang merupakan Kawasan Perlindungan Setempat (KPS). Penyulaman akan dilaksanakan pada saat musim hujan tiba agar tingkat keberhasilan tumbuh tanaman semakin tinggi. Kawasan tersebut memiliki fungsi penting sebagai pelindung daerah aliran sungai sehingga keberadaan vegetasi harus terus dijaga untuk mempertahankan keseimbangan tata air, mencegah erosi, mengurangi risiko sedimentasi, serta menjaga habitat flora dan fauna di sekitarnya.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Tumpuk, Sudaryono, menyampaikan bahwa keberhasilan program tanaman tidak hanya ditentukan oleh kesiapan bibit, tetapi juga oleh kesiapan seluruh pihak yang terlibat, terutama para pesanggem sebagai mitra strategis Perhutani.
“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh pesanggem mengenai rencana tanaman tahun 2026 sehingga setiap tahapan pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan teknis. Kami menekankan agar pembuatan acir dilakukan tepat waktu sebagai dasar keberhasilan penanaman. Selain itu, kami juga berharap penyulaman tanaman di petak 91D yang merupakan Kawasan Perlindungan Setempat dapat dilaksanakan saat musim hujan sehingga mampu menjaga fungsi kawasan sebagai pelindung sungai. Kelestarian hutan harus menjadi tanggung jawab bersama karena manfaatnya sangat besar bagi lingkungan maupun kehidupan masyarakat,” ujar Sudaryono.
Ia menambahkan bahwa penanaman jati sebagai tanaman pokok yang dipadukan dengan johar sebagai tanaman pengisi merupakan bagian dari strategi silvikultur untuk membentuk tegakan hutan yang produktif sekaligus menjaga kualitas lingkungan. Melalui keterlibatan masyarakat, Perhutani berharap pengelolaan hutan dapat berjalan secara lestari, produktif, dan memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan fungsi ekologis kawasan hutan.
Sementara itu, salah satu pesanggem dari Dusun Gemblung, Sulistiyo, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Perhutani dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat sebelum pelaksanaan kegiatan penanaman.
“Kami merasa terbantu dengan adanya sosialisasi ini karena seluruh tahapan pekerjaan dijelaskan secara rinci. Kami siap mengikuti arahan Perhutani, mulai dari pembuatan acir hingga pelaksanaan penanaman dan penyulaman nantinya. Kami juga memahami bahwa menjaga tanaman berarti ikut menjaga kelestarian hutan, melindungi sumber air, serta mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang,” ungkap Sulistiyo.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap terbangun komitmen bersama antara Perhutani dan masyarakat dalam menyukseskan rencana tanaman tahun 2026. Kolaborasi yang baik diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan tanaman, memperkuat fungsi konservasi kawasan hutan, menjaga kelestarian daerah aliran sungai, serta mewujudkan hutan yang lestari, produktif, dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Editor : Diono
















Leave a Reply