KEBONHARJO (17/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo menegaskan komitmennya dalam mendukung nilai-nilai religius dan sosial kemasyarakatan di wilayah sekitar hutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran dan dukungan jajaran Perhutani dalam kegiatan keagamaan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H yang digelar di Dukuh Gempol, Desa Ketringan, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, pada Senin (15/06).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jiken, jajaran instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyelaraskan visi dalam menjaga kelestarian hutan berbasis masyarakat.
Administratur KPH Kebonharjo melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gayam, Subandiyono, menyampaikan bahwa dukungan terhadap kegiatan keagamaan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Menurutnya, momentum 1 Muharram diharapkan dapat membawa semangat baru bagi masyarakat dan seluruh pihak untuk terus bersinergi, khususnya dalam menjaga ketenteraman wilayah dan kelestarian ekosistem hutan di sekitarnya.
“Dukungan dan kehadiran kami mewakili Perhutani dalam kegiatan ini merupakan wujud toleransi dan kedekatan Perhutani dengan masyarakat sekitar hutan,” ujar Subandiyono.
Ia menambahkan bahwa tradisi tersebut menjadi salah satu cara masyarakat memaknai Tahun Baru Islam sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan membuka lembaran baru. Ia juga berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk menjalin sinergi dan mempererat silaturahmi antarinstansi serta warga sekitar hutan sehingga hubungan yang terjalin semakin solid.
Sementara itu, Kepala Desa Ketringan, Wahono, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang terus diberikan Perhutani. Menurutnya, kehadiran Perhutani di tengah kegiatan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pengelola hutan dan masyarakat desa hutan (MDH) berjalan dengan sangat harmonis.
“Kami mengapresiasi perhatian dan dukungan Perhutani yang selama ini terus hadir di tengah masyarakat. Kehadiran Perhutani menjadi bukti bahwa hubungan antara pengelola hutan dan masyarakat sekitar hutan terjalin dengan baik dan harmonis,” ungkap Wahono.
Acara diawali dengan kegiatan refleksi diri melalui zikir, doa akhir tahun dan awal tahun, serta pengajian. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama demi keselamatan, keberkahan, dan kemakmuran seluruh warga desa. (Kbh/Ari)
Editor: Lutfi Ardiansyah
Copyright © 2026
















Leave a Reply