Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Desa dan Warga, Perhutani KPH Purwodadi Tingkatkan Upaya Kelestarian Hutan Jelang Musim Kemarau

PURWODADI, PERHUTANI (30/06/2026) |Dalam upaya memperkuat perlindungan kawasan hutan menjelang musim kemarau, Perum Perhutani KPH Purwodadi melalui jajaran BKPH Penganten melaksanakan kegiatan koordinasi dan komunikasi sosial bersama Kepala Desa Pakem beserta masyarakat. Kegiatan ini bertujuan membangun sinergi dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang umumnya meningkat pada musim kemarau. Selasa (30/06)

Kegiatan yang berlangsung di Desa Pakem tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Perhutani untuk mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Melalui dialog yang terbuka, Perhutani menyampaikan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ekosistem hutan agar tetap lestari, produktif, dan memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi kehidupan.

Selain membahas upaya pelestarian kawasan hutan, pertemuan juga difokuskan pada penguatan patroli preventif kebakaran hutan. Perhutani mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti pembakaran lahan, membuang puntung rokok sembarangan, maupun penggunaan api di sekitar kawasan hutan. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang dapat mengancam keamanan hutan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Penganten, Heru Sutikno, menyampaikan bahwa komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjaga kelestarian hutan.

“Kelestarian hutan tidak dapat diwujudkan hanya oleh Perhutani, tetapi membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Melalui koordinasi dan komunikasi sosial ini, kami ingin memperkuat sinergi dalam menjaga kawasan hutan, khususnya menghadapi musim kemarau yang memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran hutan. Dengan patroli preventif dan meningkatnya kesadaran masyarakat, kami optimistis potensi gangguan keamanan hutan dapat diminimalisir,” ujar Heru.

Ia menambahkan bahwa hutan memiliki fungsi strategis sebagai penyangga kehidupan, pengatur tata air, penyerap karbon, pencegah erosi, serta habitat berbagai flora dan fauna. Oleh karena itu, menjaga kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang.

Sementara itu, Kepala Desa Pakem, Yanto, menyambut baik kegiatan koordinasi yang dilaksanakan Perhutani. Menurutnya, kolaborasi antara Perhutani, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi langkah yang sangat penting dalam menjaga kelestarian hutan di wilayah Desa Pakem.

“Kami mengapresiasi upaya Perhutani yang terus membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Hutan merupakan aset bersama yang harus dijaga karena manfaatnya sangat besar bagi lingkungan maupun kehidupan masyarakat. Kami siap mendukung patroli preventif kebakaran hutan serta mengajak seluruh warga untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak hutan ataupun memicu kebakaran, sehingga kelestarian hutan tetap terpelihara,” ungkap Yanto.

Melalui kegiatan koordinasi dan komunikasi sosial ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap terbangun komitmen bersama antara Perhutani, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kelestarian kawasan hutan. Dengan meningkatnya kepedulian masyarakat dan pelaksanaan patroli preventif secara berkelanjutan, diharapkan ancaman kebakaran hutan selama musim kemarau dapat dicegah sejak dini sehingga fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi hutan tetap terjaga secara berkelanjutan.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *