KEDU UTARA (24/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rimba Makmur Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, serta pengelola Basecamp Pendakian Gunung Sikendil melaksanakan patroli preventif jalur pendakian sekaligus sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jumprit, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung, pada Senin (22/06).
Kegiatan tersebut dilakukan dengan menyusuri jalur pendakian Gunung Sikendil via Sibajag guna memastikan kondisi jalur tetap aman, bersih, dan terbebas dari potensi gangguan keamanan hutan maupun ancaman kebakaran. Selain patroli, petugas juga memberikan edukasi kepada para pendaki dan pengelola wisata mengenai pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan selama melakukan aktivitas wisata alam.
Gunung Sikendil merupakan salah satu destinasi wisata pendakian favorit di Kabupaten Temanggung yang mengalami peningkatan jumlah kunjungan, terutama pada musim liburan sekolah dan akhir pekan. Kondisi tersebut memerlukan perhatian khusus dari seluruh pihak agar aktivitas wisata tetap berjalan aman tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap kelestarian kawasan hutan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengingatkan para pendaki agar tidak menyalakan api unggun sembarangan, tidak membuang puntung rokok di kawasan hutan, serta membawa kembali sampah yang dihasilkan selama pendakian. Selain itu, pengelola basecamp juga diminta untuk terus melakukan sosialisasi kepada para pengunjung mengenai aturan pendakian dan langkah-langkah mitigasi kebakaran hutan.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Temanggung Youdiyanto menyampaikan bahwa kegiatan patroli preventif dan sosialisasi merupakan langkah nyata Perhutani dalam menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus mendukung pengembangan wisata alam yang berkelanjutan.
“Perhutani bersama LMDH dan pengelola basecamp berkomitmen menjaga keamanan kawasan hutan dari potensi gangguan maupun kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim kemarau dan masa liburan ketika jumlah pengunjung meningkat. Kami berharap seluruh pendaki turut menjaga kelestarian hutan dengan mematuhi aturan yang berlaku selama berada di kawasan hutan,” ujar Youdiyanto.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan wisata alam di kawasan hutan tidak hanya bergantung pada Perhutani, tetapi juga membutuhkan dukungan dari masyarakat, pengelola wisata, dan para pengunjung agar tercipta keseimbangan antara aspek konservasi dan pemanfaatan wisata.
Sementara itu, Pengelola Basecamp Sikendil Diyanto menyambut baik kegiatan patroli bersama tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan.
“Kami mendukung penuh upaya Perhutani dalam pencegahan karhutla dan pengamanan kawasan hutan. Setiap pendaki yang melakukan registrasi di basecamp selalu kami berikan arahan terkait larangan membawa bahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran, pengelolaan sampah, serta kewajiban menjaga kebersihan dan kelestarian jalur pendakian,” jelas Diyanto.
Melalui kegiatan patroli preventif dan sosialisasi ini, Perhutani berharap sinergi antara pengelola kawasan, LMDH, pengelola wisata, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga kawasan hutan di RPH Jumprit tetap lestari, aman, serta mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan wisata alam yang bertanggung jawab. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Lutfi Ardiansyah
Copyright © 2026
















Leave a Reply