CEPU (21/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu melaksanakan inventarisasi pohon sebagai bagian dari persiapan kegiatan tebangan di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pasarsore, Selasa (20/10).
Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh data pohon yang akan ditebang tercatat secara akurat dan sesuai dengan perencanaan pengelolaan hutan. Melalui inventarisasi tersebut, Perhutani berupaya mewujudkan proses pemanenan kayu yang tertib, terukur, dan tetap memperhatikan prinsip kelestarian hutan.
Administratur KPH Cepu melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pasarsore, Suparno, menjelaskan bahwa inventarisasi meliputi pendataan pohon, pengukuran keliling batang, serta pemberian nomor pada pohon-pohon yang direncanakan untuk ditebang. Tahapan tersebut penting untuk memperoleh data lapangan yang akurat sebagai acuan pelaksanaan kegiatan tebangan.
“Inventarisasi ini merupakan langkah awal yang harus dilaksanakan secara teliti, mulai dari pengukuran keliling hingga penomoran pohon. Dengan demikian, setiap pohon yang masuk dalam rencana tebangan memiliki identitas dan data yang jelas,” ungkap Suparno.
Sementara itu, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pasarsore, Kabul Riyanto, menjelaskan bahwa kegiatan klem tebangan berperan penting dalam mendukung ketepatan perencanaan pemanenan kayu. Kegiatan ini bertujuan menghitung jumlah pohon secara akurat, memperkirakan volume kayu dan potensi pendapatan, serta menjadi dasar administrasi dalam perencanaan pemanenan.
“Melalui kegiatan klem tebangan, kita dapat mengetahui jumlah pohon dan memperkirakan volume kayu secara lebih terukur. Data tersebut menjadi dasar penting agar pelaksanaan tebangan dapat direncanakan dengan baik, tertib secara administrasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Kabul.
Pelaksanaan inventarisasi juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketelitian petugas dalam mengenali dan mencatat pohon-pohon yang masuk dalam rencana tebangan. Setiap tahapan dilaksanakan dengan memperhatikan kesesuaian antara data lapangan dan perencanaan yang telah ditetapkan. Dengan tersedianya data yang akurat, pemanenan kayu diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan transparan serta meminimalkan potensi kesalahan dalam pendataan maupun administrasi.
Perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tunggak Semi, Zaenal Arifin, menyampaikan bahwa inventarisasi pohon merupakan bagian penting dalam mendukung pengelolaan hutan yang terencana. Ia berharap koordinasi antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan terus terjalin dengan baik agar setiap tahapan pengelolaan hutan dapat dipahami dan didukung bersama.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat merupakan salah satu bentuk sinergi dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendukung keberlanjutan manfaat hutan bagi masyarakat sekitar. (Cpu/Pai).
Editor: Farah
Copyright ©️ 2026
















Leave a Reply