Perhutani Tingkatkan Hasil Getah Pinus Lewat Pelatihan Tenaga Alih Daya

PEKALONGAN TIMUR, (23/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur mendorong peningkatan produktivitas getah pinus melalui diskusi dan pembinaan bersama tenaga alih daya yang bertugas di lapangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menggali potensi sadapan pinus, meningkatkan efektivitas pelaksanaan pekerjaan, serta memperkuat koordinasi untuk mendukung pencapaian target produksi getah.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Keuangan, SDM, Umum, dan IT KPH Pekalongan Timur memberikan arahan kepada tenaga alih daya mengenai pentingnya mengoptimalkan potensi sadapan pinus. Salah satu tenaga alih daya yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Nur Wahid.

Diskusi berlangsung sebagai sarana bertukar informasi mengenai kondisi lapangan, potensi pohon pinus yang dapat disadap, serta berbagai aspek yang perlu diperhatikan untuk mendukung kelancaran produksi getah. Melalui komunikasi langsung, Perhutani berupaya memperoleh gambaran mengenai tantangan yang dihadapi tenaga alih daya sekaligus mengidentifikasi peluang peningkatan produktivitas di wilayah kerja masing-masing.

Dalam arahannya, Kepala Seksi Keuangan, SDM, Umum, dan IT menekankan pentingnya peran tenaga alih daya dalam mendukung operasional perusahaan, termasuk kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan potensi getah pinus. Tenaga alih daya diharapkan dapat menjalankan tugas secara optimal, meningkatkan ketelitian dalam pemantauan lapangan, serta menyampaikan informasi secara berkala mengenai kondisi dan perkembangan kegiatan penyadapan.

Selain itu, penggalian potensi sadapan perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi tegakan, teknik penyadapan yang tepat, dan ketentuan kerja yang berlaku. Dengan demikian, peningkatan produksi tidak hanya berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga memperhatikan kesehatan pohon, kelestarian tegakan pinus, serta keberlanjutan produksi dalam jangka panjang.

Tenaga alih daya, termasuk Nur Wahid, diharapkan berperan aktif dalam mendukung peningkatan produktivitas melalui pemantauan kondisi lapangan, identifikasi potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal, serta penguatan koordinasi dengan jajaran Perhutani.

KPH Pekalongan Timur memandang diskusi dan pembinaan ini sebagai langkah penting untuk membangun komunikasi terbuka antara manajemen dan tenaga pelaksana. Informasi dari lapangan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah perbaikan sekaligus menyusun strategi pengelolaan potensi sadapan secara lebih efektif.

Melalui kegiatan ini, KPH Pekalongan Timur berharap potensi getah pinus dapat dimanfaatkan secara optimal, pelaksanaan pekerjaan semakin terarah, dan kontribusi seluruh tenaga kerja terhadap pencapaian target produksi meningkat.

Dengan mengedepankan kebersamaan, koordinasi, dan evaluasi berkelanjutan, KPH Pekalongan Timur berkomitmen untuk terus mengoptimalkan potensi getah pinus sebagai salah satu sumber pendapatan perusahaan, dengan tetap menerapkan prinsip pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan. (Pkt/Ran)

Editor: Intan

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *