Perhutani Pasang Barcode pada Pohon Rencana Tebangan untuk Perkuat Lacak Balak Kayu

CEPU, (26/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu melaksanakan pemasangan kode batang (barcode) pada pohon rencana tebangan pada (26/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari sistem penatausahaan hasil hutan sekaligus mendukung penerapan chain of custody atau lacak balak kayu guna memastikan asal-usul kayu dapat ditelusuri secara jelas, mulai dari pohon berdiri hingga menjadi hasil hutan yang siap dimanfaatkan.

Wakil Administratur KPH Cepu, Lukman Jayadi, menyampaikan bahwa pemasangan barcode menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan transparansi, ketertiban administrasi, dan akuntabilitas pengelolaan hasil hutan.

“Melalui pemasangan barcode pada pohon rencana tebangan, setiap pohon memiliki identitas yang memudahkan proses pendataan dan penelusuran. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan penebangan dapat berjalan sesuai rencana, ketentuan yang berlaku, serta prinsip pengelolaan hutan yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Madya Perencanaan Sumber Daya Hutan (SDH) dan Pengembangan Bisnis, Sukono, menjelaskan bahwa penerapan barcode memiliki peran strategis dalam mendukung ketepatan data perencanaan tebangan. Identitas yang tercantum pada barcode dapat digunakan dalam proses pencatatan dan pencocokan data pohon dengan dokumen perencanaan serta administrasi hasil hutan.

“Ketelitian dalam pendataan menjadi hal yang sangat penting. Dengan sistem barcode, proses identifikasi pohon diharapkan lebih tertib dan akurat sehingga memudahkan pengawasan pada setiap tahapan kegiatan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, pemasangan barcode dilakukan dengan memperhatikan kesesuaian antara identitas pohon di lapangan dan data perencanaan yang telah ditetapkan. Sistem tersebut diharapkan dapat meminimalkan kesalahan pencatatan, meningkatkan efektivitas pengawasan, serta mendukung proses penatausahaan kayu yang lebih terintegrasi. Selain itu, penerapan lacak balak menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa kayu yang dipanen berasal dari kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan sesuai prosedur.

Anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Budiono, menyambut baik penerapan sistem barcode pada pohon rencana tebangan. Menurutnya, sistem tersebut dapat meningkatkan keterbukaan informasi sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan hasil hutan secara tertib.

“Kami mendukung langkah Perhutani dalam menerapkan sistem barcode karena dapat membantu proses pendataan dan pengawasan kayu. Harapannya, pengelolaan hutan semakin baik dan masyarakat sekitar hutan juga ikut menjaga kelestariannya,” ungkap Budiono.

Melalui pemasangan barcode pada pohon rencana tebangan, Perhutani KPH Cepu berharap sistem penatausahaan hasil hutan semakin tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sinergi antara jajaran Perhutani dan masyarakat sekitar hutan juga diharapkan terus terjalin untuk mendukung pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan, sekaligus menjaga keseimbangan antara pemanfaatan hasil hutan dan kelestarian lingkungan. (Cpu/Pai).

Editor: Baim

Copyright ©️ 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *