KEBONHARJO (03/11/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tuder terus memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos) dan edukasi kepada para petani penggarap (pesanggem) pada Selasa (03/11).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan hutan petak 73, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tengger, tersebut dilaksanakan secara persuasif dan penuh keakraban. Petugas BKPH Tuder berdialog langsung dengan para pesanggem yang tengah beristirahat. Pendekatan dialogis ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem hutan, mencegah kerusakan lingkungan, serta menerapkan aturan pemanfaatan lahan secara bijak.
Dalam kegiatan edukasi tersebut, jajaran BKPH Tuder menekankan pentingnya peran aktif pesanggem sebagai mitra utama dalam menjaga keamanan dan kelestarian ekosistem hutan. Para petani penggarap diberikan pemahaman mengenai pola tanam yang aman, pembatasan jenis tanaman yang diperbolehkan di bawah tegakan, serta teknik pengelolaan lahan tanpa merusak pohon-pohon utama milik Perhutani.
Administratur KPH Kebonharjo, Yohanes Eka Cahyadi, melalui Kepala BKPH Tuder, Sutikno, menyampaikan bahwa keberadaan pesanggem merupakan mitra strategis Perhutani dalam menerapkan prinsip pengelolaan hutan bersama masyarakat (social forestry).
“Kami ingin membangun pemahaman bersama bahwa hutan yang lestari akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kita semua. Melalui edukasi ini, kami mengajak para pesanggem untuk tidak hanya memanfaatkan lahan tumpang sari, tetapi juga peduli terhadap perlindungan hutan dari ancaman kebakaran, pembalakan liar, serta kerusakan lingkungan,” ujarnya.
Salah satu pesanggem, Sugeng, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas edukasi serta pendampingan yang diberikan Perhutani kepada para pesanggem.
“Dari edukasi ini, kami semakin menyadari bahwa hutan bukan sekadar tempat kami mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga hari ini, tetapi juga merupakan warisan kehidupan bagi anak cucu kita di masa depan. Kami sangat mendukung program kelestarian hutan ini. Kami percaya bahwa dengan menerapkan pola tanam ramah lingkungan, seperti sistem agroforestri, serta menjaga pepohonan tegakan, kami tidak hanya memperoleh hasil bumi, tetapi juga turut menjaga tanah agar tidak longsor dan sumber air tetap mengalir. Kami siap berkomitmen dan berjalan berdampingan dengan petugas serta pengelola kawasan untuk terus menjaga kelestarian hutan demi kesejahteraan bersama,” jelas Sugeng.
Selain menyampaikan materi mengenai teknik agrosilvopastura dan pencegahan gangguan keamanan hutan, kegiatan ini juga menjadi wadah dialog interaktif antara petugas Perhutani dan masyarakat desa hutan yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Para pesanggem menyambut positif kegiatan edukasi tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mematuhi aturan yang berlaku demi menjaga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan sekaligus sumber penghidupan masyarakat.
Melalui sinergi yang semakin erat antara Perhutani KPH Kebonharjo dan masyarakat penggarap, diharapkan fungsi ekologi, ekonomi, dan sosial hutan di wilayah Kebonharjo dapat terus terjaga secara seimbang dan berkelanjutan. (Kbh/Ari)
Editor: Nasyia
Copyright © 2026
















Leave a Reply