KEBONHARJO, (03/11/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo terus meningkatkan sinergi dan komunikasi sosial dengan masyarakat sekitar hutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan, sosialisasi, serta koordinasi bersama para pesanggem (penggarap lahan) dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gayam pada Selasa (03/11).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan jajaran manajemen KPH Kebonharjo, petugas BKPH Gayam, pengurus LMDH Wana Kita Rahayu Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, serta perwakilan pesanggem. Pertemuan ini difokuskan pada pemantapan persiapan penanaman, penyamaan persepsi, serta peningkatan pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam pengelolaan lahan di bawah tegakan.
Administratur KPH Kebonharjo, Yohanes Eka Cahyadi, melalui Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH), Ari Kartika Prasetyani, menyampaikan bahwa kolaborasi aktif dengan masyarakat desa hutan menjadi kunci penting dalam mendukung keberhasilan program penanaman dan menjaga kelestarian ekosistem hutan. Melalui komunikasi sosial ini, para pesanggem dilibatkan secara langsung agar memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai tata cara penyiapan lahan, aturan pemanfaatan area di bawah tegakan, serta komitmen bersama dalam menjaga keamanan hutan.
“Sinergi yang harmonis antara Perhutani, LMDH, dan para pesanggem sangat penting. Dengan persiapan penanaman yang matang dan terkoordinasi sejak dini, kita berharap kegiatan penghijauan dan peningkatan produktivitas kawasan hutan dapat berjalan dengan baik, adil, serta memberikan manfaat ekonomi yang saling menguntungkan bagi masyarakat sekitar hutan,” jelas Ari.
Sementara itu, Ketua LMDH Wana Kita Rahayu, Rawi Sunarko, mewakili para pesanggem, menyampaikan bahwa koordinasi awal yang dilakukan Perhutani terkait persiapan kegiatan penanaman tahun 2026 sangat penting. Menurutnya, tahapan persiapan yang matang, mulai dari pembersihan lahan, pemancangan acir, penyediaan bibit berkualitas, hingga penataan lokasi garapan, menjadi faktor penentu keberhasilan penanaman pada musim tanam tahun ini.
“Kami dari LMDH siap bersinergi dan berkolaborasi secara aktif bersama petugas lapangan Perhutani. Penanaman ini bukan hanya sekadar kewajiban untuk menghijaukan hutan, tetapi juga menjadi tumpuan harapan bagi para pesanggem untuk memanfaatkan sela-sela tanaman melalui sistem agroforestri yang tertib,” ujar Rawi Sunarko saat ditemui di lokasi sosialisasi.
Ia menambahkan bahwa para anggota LMDH menyambut baik imbauan Perhutani mengenai pentingnya menjaga ketertiban lahan garapan dan melakukan pemeliharaan tanaman kehutanan secara bersama-sama. Menurutnya, keberhasilan pertumbuhan tanaman pokok diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pemanfaatan lahan untuk tanaman pangan atau palawija oleh masyarakat.
Melalui langkah proaktif tersebut, Perhutani KPH Kebonharjo optimistis persiapan pelaksanaan program penanaman dapat berjalan secara optimal. Upaya ini sekaligus diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan serta turut menjaga kelestarian lingkungan. (Kbh/Ari)
Editor: Baim
Copyright © 2026















Leave a Reply