KEDU UTARA (05/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus mendorong pengembangan potensi wisata berbasis masyarakat, salah satunya melalui promosi UMKM kuliner di kawasan wisata Bantir Hills. Salah satu ikon yang kini semakin dikenal pengunjung adalah Cafe Kampung Atas yang berada di Desa Bantir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, yang masuk wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Lempuyangan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ambarawa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (02/05).
Keberadaan Cafe Kampung Atas menjadi bukti bahwa inovasi dalam pengelolaan wisata mampu memberikan nilai tambah, tidak hanya dari sisi daya tarik wisata, tetapi juga dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan hutan. Dengan konsep sederhana bernuansa alam terbuka, kafe ini menawarkan pengalaman bersantai dengan panorama perbukitan hijau yang menjadi daya tarik utama Bantir Hills.
Perhutani sebagai pengelola kawasan hutan melalui skema kemitraan terus memberikan pendampingan kepada pengelola wisata dan pelaku UMKM agar mampu berinovasi dan berkembang secara berkelanjutan. Inovasi tersebut meliputi penyajian menu kuliner, penataan lokasi, peningkatan pelayanan, serta strategi promosi wisata yang lebih kreatif.
Administratur KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa pengembangan UMKM di kawasan wisata merupakan bagian penting dari upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan.
“Perhutani mendorong para pengelola wisata untuk terus berinovasi, termasuk dalam pengembangan UMKM kuliner seperti Cafe Kampung Atas. Dengan adanya inovasi, wisata tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara Perhutani dan masyarakat melalui pengelolaan wisata berbasis kemitraan diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan warga sekitar hutan.
Cafe Kampung Atas menawarkan berbagai menu kuliner khas dengan harga terjangkau, mulai dari makanan ringan hingga hidangan tradisional yang dapat dinikmati sambil menikmati keindahan alam. Selain itu, spot foto yang menarik serta suasana sejuk khas pegunungan menjadi nilai tambah yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Pengelola Cafe Kampung Atas, Tri K Abioso, menyampaikan bahwa dukungan dan pendampingan dari Perhutani sangat membantu dalam pengembangan usaha yang dijalankan.
“Kami terus berupaya berinovasi, baik dari segi menu maupun penataan tempat agar pengunjung semakin nyaman. Dukungan dari Perhutani sangat kami rasakan, terutama dalam pengembangan wisata Bantir Hills sehingga berdampak langsung pada peningkatan kunjungan dan pendapatan masyarakat,” ungkapnya.
Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, keberadaan Cafe Kampung Atas turut memberikan dampak berganda bagi masyarakat sekitar, mulai dari terbukanya peluang usaha baru hingga meningkatnya pendapatan dari sektor informal lainnya seperti parkir, jasa ojek wisata, serta penjualan produk lokal.
Perhutani berharap pengembangan UMKM di kawasan wisata seperti Bantir Hills dapat terus tumbuh dan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan potensi hutan secara lestari dan produktif. Dengan pengelolaan yang baik dan inovatif, kawasan hutan tidak hanya berfungsi sebagai penyangga lingkungan, tetapi juga sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi yang kuat antara Perhutani dan masyarakat, pengembangan wisata dan UMKM di kawasan Bantir Hills diharapkan dapat terus berkembang, memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian hutan untuk generasi mendatang. (Kdu/Nurul)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply