Perhutani Forestry Institute Lakukan Kajian Pantai Pecaron untuk Menyusun Pedoman Pengelolaan Wisata

KEDU SELATAN (09/10/2026) | Perhutani Forestry Institute (PeFI) melalui Departemen Riset dan Inovasi melaksanakan penelitian dan pengambilan data untuk penyusunan serta uji coba standar pengelolaan wisata Perhutani pada Rabu (07/10). Wisata Pantai Pecaron di wilayah kerja Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan menjadi salah satu lokasi percontohan dalam pelaksanaan penelitian tersebut.

Pantai Pecaron merupakan destinasi wisata yang berada di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sikayu dan RPH Tebo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gombong Selatan, KPH Kedu Selatan. Penelitian ini dilaksanakan oleh tim Departemen Riset dan Inovasi yang terdiri atas Hardi Wardoyo, Peneliti Muda XII, dan Taat Firmansyah, Peneliti Muda XX.

Dalam pelaksanaannya, tim peneliti didampingi oleh KSS Agro dan Ekowisata, Joko Supriyanto; KRPH Sikayu, Kisno; KRPH Tebo, Waliyan; serta Pengelola Wisata Pantai Pecaron, Basirun. Pendampingan tersebut dilakukan untuk mendukung proses pengumpulan data sekaligus memberikan informasi mengenai kondisi dan pelaksanaan pengelolaan wisata di lapangan.

Administratur KPH Kedu Selatan melalui KSS Agro dan Ekowisata, Joko Supriyanto, menyampaikan bahwa penelitian dan pengambilan data yang dilakukan oleh PeFI merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata Perhutani. Penyusunan standar pengelolaan wisata diperlukan untuk memastikan setiap destinasi dikelola secara profesional, memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengunjung, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan hutan.

“Kami menyambut baik kegiatan penelitian dan pengambilan data di Pantai Pecaron sebagai salah satu destinasi wisata di wilayah KPH Kedu Selatan. Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas tata kelola wisata, mulai dari pelayanan pengunjung, pemenuhan sarana dan prasarana, hingga pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan adanya standar yang jelas dan terukur, destinasi wisata Perhutani diharapkan semakin berkembang, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan,” ungkap Joko Supriyanto.

Penelitian ini merupakan bagian dari upaya Departemen Riset dan Inovasi PeFI untuk memperoleh data dan informasi faktual sebagai bahan penyusunan standar pengelolaan wisata Perhutani. Pantai Pecaron dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan guna mengamati secara langsung penerapan pengelolaan destinasi wisata di kawasan hutan.

Pengambilan data dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai aspek yang berkaitan dengan pengelolaan wisata, meliputi kondisi destinasi, sarana dan prasarana, pelayanan kepada pengunjung, pengelolaan lingkungan, aspek keselamatan, serta tata kelola operasional wisata. Melalui kegiatan tersebut, tim peneliti memperoleh gambaran mengenai kondisi aktual pengelolaan Pantai Pecaron sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam penerapan standar pengelolaan wisata.

Penelitian dan pengambilan data ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penyusunan standar pengelolaan wisata Perhutani yang lebih komprehensif, terukur, dan sesuai dengan karakteristik masing-masing destinasi. Hasil penelitian selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan tata kelola wisata agar semakin profesional dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan kelestarian kawasan hutan.(Kds/Bhs)

Editor: Intan

Copyright © 2026,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *