PEKALONGAN BARAT (16-10-2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat menyerahkan perangkat Mobile Point of Sale (MPOS) kepada pengelola wisata Guci Garden sebagai upaya meningkatkan transparansi penjualan tiket antara Perhutani dan mitra pengelola wisata serta mewujudkan pelayanan prima kepada pengunjung. Penyerahan perangkat tersebut dilaksanakan di kawasan wisata Guci Garden, Kabupaten Tegal, pada Kamis (15/10).
Penyerahan perangkat MPOS merupakan salah satu upaya Perhutani dalam mendukung tata kelola wisata yang lebih transparan, tertib, dan akuntabel, khususnya dalam proses transaksi penjualan tiket kepada pengunjung.
Kepala Subseksi Agroforestry dan Wisata KPH Pekalongan Barat, Masroni, menyampaikan bahwa pemanfaatan perangkat MPOS diharapkan dapat membuat pencatatan transaksi penjualan tiket lebih tertata, memudahkan pemantauan data, serta meningkatkan transparansi penjualan antara Perhutani dan mitra pengelola wisata. Selain itu, perangkat tersebut juga dilengkapi dengan fitur penyimpanan data anggota (member) dan poin pelanggan. Dengan demikian, keterbukaan informasi dan akuntabilitas dalam pengelolaan wisata dapat terus ditingkatkan.
Selain mendukung transparansi transaksi, penggunaan perangkat MPOS juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung. Proses pelayanan tiket yang lebih praktis dan tertib menjadi bagian penting dalam memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Guci Garden, salah satu destinasi wisata di kawasan Guci, Kabupaten Tegal.
Sementara itu, mitra pengelola wisata Guci Garden, Abdul Hamid, menyampaikan dukungan dan komitmennya untuk terus mendorong pengelolaan wisata yang profesional melalui penguatan kerja sama dengan Perhutani. Sinergi tersebut diharapkan dapat mewujudkan pengelolaan destinasi wisata yang sehat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan pengunjung.
“Dengan penyerahan perangkat MPOS ini, baik Perhutani maupun kami selaku pengelola wisata berharap hubungan kemitraan semakin baik, tata kelola penjualan tiket semakin tertata, serta pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Perhutani KPH Pekalongan Barat dalam mendukung pengembangan wisata berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip transparansi, profesionalisme, dan pelayanan prima. (Pkb/Sgy)
Editor: Nasyia
Copyright © 2026
















Leave a Reply