PEKALONGAN TIMUR, (13/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kandangserang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Doro, menggelar kegiatan pembinaan penyadapan getah pinus di Dukuh Dlimas, wilayah kerja RPH Kandangserang, Senin (11/05). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas penyadapan getah pinus sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan.
Kegiatan pembinaan dipimpin langsung oleh Kepala RPH Kandangserang Rifqi Ardiansyah yang hadir mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur. Pembinaan diikuti para penyadap aktif di wilayah Dukuh Dlimas dan sekitarnya dengan tujuan meningkatkan pemahaman teknis penyadapan yang sesuai prosedur, aman, dan tetap memperhatikan kelestarian pohon pinus sebagai aset utama perusahaan.
Dalam sambutannya, Rifqi Ardiansyah menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan produksi getah pinus sekaligus menjaga hubungan harmonis antara Perhutani dan masyarakat sekitar kawasan hutan.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pembinaan teknis penyadapan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi dan evaluasi bersama antara petugas Perhutani dengan para penyadap di lapangan. Kami berharap para penyadap dapat terus meningkatkan disiplin kerja, kualitas sadapan, serta menjaga kelestarian pohon agar produksi tetap optimal dan berkelanjutan,” ungkap Rifqi.
Ia menambahkan bahwa teknik penyadapan yang benar memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas getah pinus dan kesehatan tegakan pohon. Oleh karena itu, Perhutani secara rutin melakukan pembinaan guna memastikan kegiatan penyadapan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut, para penyadap diberikan arahan mengenai teknik pembuatan koakan yang baik, penggunaan alat sadap yang sesuai standar, kebersihan tempat penampungan getah, hingga pentingnya menjaga keselamatan kerja di kawasan hutan. Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman terkait perlindungan tanaman dan pencegahan kerusakan pohon akibat penyadapan yang tidak sesuai prosedur.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para penyadap terlihat aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi selama kegiatan penyadapan di lapangan. Salah satu penyadap yang hadir, Bani, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan yang terus dilakukan Perhutani kepada para penyadap.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan tambahan pengetahuan dan motivasi kepada para penyadap agar dapat bekerja lebih baik dan hasil sadapan semakin meningkat.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan pembinaan juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga hutan sebagai sumber kehidupan dan sumber penghasilan masyarakat sekitar. Dengan hutan yang tetap lestari, manfaat ekonomi dari hasil hutan bukan kayu seperti getah pinus dapat terus dirasakan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Perhutani KPH Pekalongan Timur berharap sinergi antara Perhutani dan masyarakat semakin kuat sehingga kegiatan penyadapan di wilayah RPH Kandangserang dapat berjalan lebih efektif, produktif, aman, dan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan hutan. (Pkt/Ran)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply