Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata KPH Pekalongan Timur, Yohan Hariyanto, mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, Haris Setiana. Dalam kegiatan lapangan tersebut, dilakukan monitoring terhadap kondisi produksi getah, kesiapan angkutan, administrasi hasil produksi, hingga proses penataan getah di lokasi TPG.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata KPH Pekalongan Timur, Yohan Hariyanto, juga berdialog langsung dengan petugas lapangan, Mudhofir, guna memastikan seluruh proses produksi dan distribusi getah berjalan lancar sesuai prosedur perusahaan.
Dalam keterangannya, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata KPH Pekalongan Timur, Yohan Hariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring lapangan menjadi bagian penting dalam menjaga optimalisasi produksi getah pinus sekaligus memastikan proses pengangkutan berjalan aman, tertib, dan tepat waktu.
“Kegiatan pengecekan ini dilakukan untuk memastikan hasil produksi getah dapat terkelola dengan baik mulai dari lapangan hingga proses pengangkutan. Selain itu, kami juga ingin mengetahui secara langsung kondisi di lapangan agar setiap kendala yang muncul dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa produksi getah pinus merupakan salah satu sumber pendapatan penting bagi perusahaan sehingga diperlukan pengawasan dan pengendalian yang optimal pada setiap tahapan kegiatan, mulai dari penyadapan, penampungan, hingga distribusi hasil produksi.
Selain melakukan pengecekan produksi dan angkutan, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata KPH Pekalongan Timur, Yohan Hariyanto, juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas getah agar tetap memenuhi standar perusahaan. Menurutnya, kualitas hasil produksi yang baik akan memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan usaha Perhutani serta kesejahteraan para pekerja lapangan dan masyarakat sekitar hutan.
Sementara itu, petugas lapangan, Mudhofir, menyampaikan bahwa kegiatan produksi dan pengangkutan getah di TPG Sipedang selama ini berjalan baik dengan dukungan dan pembinaan dari jajaran Perhutani KPH Pekalongan Timur.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan monitoring langsung dari Perhutani. Dengan adanya pengecekan seperti ini, kami semakin termotivasi untuk menjaga kualitas kerja dan memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan,” ungkapnya.
Kegiatan monitoring lapangan tersebut juga menjadi sarana komunikasi dan evaluasi antara jajaran Perhutani dan petugas lapangan guna meningkatkan efektivitas pengelolaan hasil hutan bukan kayu. Melalui sinergi yang baik antara seluruh pihak, diharapkan produktivitas getah pinus di wilayah BKPH Randudongkal dapat terus meningkat secara optimal dan berkelanjutan.
Perhutani KPH Pekalongan Timur terus berkomitmen menjaga tata kelola produksi hasil hutan yang profesional, produktif, dan berwawasan kelestarian lingkungan demi mendukung keberlanjutan pengelolaan hutan negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat. (Pkt/Ran)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply