KEDU SELATAN (21/05/2026) | Dalam rangka persiapan pelaksanaan Tebangan A2 Pinus Tahun 2026, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan melaksanakan kegiatan cutting test di Petak 64 J-1 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sumberejo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngadisono, Rabu (20/05). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan teknis untuk mengetahui perkiraan capaian produksi akhir tebangan, perhitungan volume kayu, serta kesiapan tenaga kerja di lapangan.
Kegiatan cutting test dihadiri langsung oleh Wakil Administratur/KSKPH Kedu Selatan Yudi Noviar, Kasi Madya Bidang Produksi Agroforestry dan Ekowisata Sutikno, Kaur Teknik Kehutanan Amin Fajar Leksono, Penguji Kayu Turiman, Kepala RPH Sumberejo Sudiyo, serta diikuti seluruh mandor dan tenaga blandong yang akan terlibat dalam kegiatan tebangan tahun berjalan.
Kasi Madya Bidang Produksi Agroforestry dan Ekowisata KPH Kedu Selatan, Sutikno, menyampaikan bahwa kegiatan cutting test bertujuan memastikan akurasi volume dan ukuran kayu hasil tebangan A2 Pinus sesuai dengan perencanaan.
“Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui gambaran capaian produksi pada akhir kegiatan tebangan, sekaligus memastikan volume dan sortimen kayu sesuai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, cutting test juga menjadi acuan bagi mandor tebang dalam menentukan batas keprasan, cabang, dan tonjolan agar kualitas kayu yang dihasilkan dapat optimal. Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan memastikan proses tebangan telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berlaku di lapangan.
Sementara itu, Wakil Administratur/KSKPH Kedu Selatan, Yudi Noviar, menekankan pentingnya ketertiban administrasi dalam pelaksanaan tebangan, baik pada bontos kayu maupun dokumen DK sebelum kayu keluar dari kawasan hutan.
“Administrasi harus tertib dan sesuai ketentuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Semua proses harus berjalan transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Pelaksanaan cutting test dilakukan melalui penebangan contoh pada beberapa pohon pinus yang telah ditentukan. Proses penebangan dilakukan oleh tenaga blandong di bawah pengawasan langsung mandor tebang, mulai dari persiapan alat, teknik rebah pohon yang benar guna menghindari pecah banting, pemotongan batang, hingga pengukuran dimensi kayu yang kemudian diamati dan dievaluasi bersama.
Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari BKPH Ngadisono, Sutrisno, menyampaikan harapannya agar kegiatan cutting test dan pelaksanaan Tebangan A2 Pinus Tahun 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar hutan.
“Kami berharap kegiatan tebangan ini dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai aturan, sehingga mampu mendukung peningkatan pendapatan masyarakat yang terlibat di lapangan. Selain itu, kami juga berharap sinergi antara Perhutani dan LMDH terus terjalin dengan baik dalam menjaga kelestarian hutan serta mendukung keberhasilan produksi kayu di wilayah BKPH Ngadisono,” ungkapnya.
Dengan dilaksanakannya kegiatan cutting test ini, diharapkan seluruh unsur pelaksana di lapangan memiliki pemahaman yang sama terkait teknik dan standar pelaksanaan Tebangan A2 Pinus Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal penting dalam mendukung kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan tebangan di Petak 64 J-1 RPH Sumberejo BKPH Ngadisono KPH Kedu Selatan secara optimal, aman, selamat, dan bertanggung jawab. (Kds/Bhs)
Editor: Hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply