Jaga Kualitas Hasil Hutan Bukan Kayu, Perhutani Pekalongan Timur Edukasi Teknik Sadap Pinus

PEKALONGAN TIMUR (22/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan para penyadap getah pinus yang menjadi bagian penting dalam keberhasilan produksi perusahaan. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan dukungan kepada penyadap yang dilaksanakan di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bawang.

Kegiatan tersebut dilakukan Kepala BKPH Bawang, Sugiarto, mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, dengan memberikan dukungan dan motivasi kepada Mustofa, salah satu penyadap yang bekerja di Petak 54E Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngadirejo. Kegiatan ini menjadi bentuk perhatian Perhutani terhadap para pekerja lapangan yang selama ini turut berperan dalam menjaga keberlangsungan produksi getah pinus di wilayah KPH Pekalongan Timur.

Dalam kegiatan tersebut, Sugiarto turun langsung ke lokasi sadapan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus berdialog dengan penyadap terkait aktivitas penyadapan yang dilakukan sehari-hari. Selain memantau kondisi tegakan dan hasil produksi sadapan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dan pembinaan kepada para penyadap agar tetap menjaga kualitas sadapan serta memperhatikan keselamatan kerja saat berada di kawasan hutan.

Sugiarto menyampaikan bahwa penyadap merupakan ujung tombak keberhasilan produksi getah pinus Perhutani. Oleh sebab itu, perusahaan terus berupaya hadir memberikan dukungan moral maupun pembinaan teknis agar para penyadap tetap semangat dalam bekerja serta mampu meningkatkan produktivitas secara optimal.

“Perhutani sangat mengapresiasi kerja keras para penyadap yang setiap hari bekerja di lapangan. Mereka memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan produksi getah pinus perusahaan. Kehadiran kami di lapangan ini merupakan bentuk dukungan dan perhatian agar para penyadap tetap semangat, sehat, dan terus menjaga kualitas hasil sadapan,” ujar Sugiarto.

Ia juga menambahkan bahwa hubungan harmonis antara Perhutani dan para penyadap harus terus dijaga sebagai bagian dari sinergi dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak lepas dari kontribusi para pekerja lapangan yang selama ini menjadi mitra penting Perhutani.

Sementara itu, penyadap Petak 54E RPH Ngadirejo, Mustofa, mengaku senang dan bangga atas perhatian yang diberikan jajaran Perhutani KPH Pekalongan Timur. Ia menyampaikan bahwa dukungan langsung dari pihak Perhutani menjadi motivasi tersendiri bagi dirinya untuk terus bekerja dengan baik dan menjaga hasil produksi sadapan.

“Kami merasa diperhatikan dan didukung oleh Perhutani. Dengan adanya kunjungan dan dukungan seperti ini tentu menambah semangat kami dalam bekerja di lapangan,” ungkap Mustofa.

Selain memberikan motivasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan pengecekan teknis pola penyadapan guna memastikan kegiatan sadap dilakukan sesuai prosedur yang benar agar tidak merusak pohon serta tetap menjaga keberlangsungan tegakan pinus. Hal ini penting dilakukan agar produksi getah tetap optimal tanpa mengurangi fungsi kelestarian hutan.

Perhutani KPH Pekalongan Timur terus berkomitmen membangun hubungan yang harmonis bersama para penyadap dan masyarakat sekitar hutan melalui pendekatan humanis, pembinaan rutin, serta dukungan terhadap aktivitas produktif masyarakat di kawasan hutan. Dengan adanya sinergi yang baik tersebut diharapkan pengelolaan hutan dapat berjalan secara optimal, produktif, dan tetap berorientasi pada prinsip kelestarian.

Melalui kegiatan pembinaan dan dukungan kepada penyadap ini, Perhutani KPH Pekalongan Timur berharap para penyadap semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas kerja dan tetap menjaga kelestarian hutan sebagai aset penting yang harus dijaga bersama demi keberlanjutan manfaat bagi generasi mendatang. (Pkt/Ran)

Editor: Hening
Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *