PEKALONGAN TIMUR (29/05/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur menggelar rapat pengawalan realisasi produksi getah pinus (GP) pada Kamis (28/05/2026). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Doro Slamet Supriyanto yang mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur Haris Setiana, serta dihadiri jajaran petugas lapangan dan tenaga outsourcing, salah satunya Pranowo Tribudi.
Rapat tersebut dilaksanakan sebagai langkah evaluasi sekaligus penyusunan strategi percepatan produksi getah pinus di wilayah BKPH Doro agar target produksi dapat tercapai secara optimal. Dalam kegiatan itu dibahas berbagai langkah teknis lapangan untuk meningkatkan hasil sadapan serta menjaga aktivitas penyadap tetap berjalan di tengah musim panen kopi dan kegiatan pertanian masyarakat.
Dalam arahannya, Slamet Supriyanto menyampaikan bahwa pengawalan produksi getah pinus perlu dilakukan secara serius dan terstruktur karena getah pinus merupakan salah satu komoditas utama Perhutani yang memiliki kontribusi penting terhadap pendapatan perusahaan maupun masyarakat penyadap.
“Melalui rapat ini kita melakukan evaluasi sekaligus menyusun langkah nyata di lapangan agar produksi getah pinus tetap optimal. Semua jajaran harus bergerak bersama melakukan pendampingan dan pengawalan kepada para penyadap,” ujarnya.
Salah satu strategi utama yang dibahas dalam rapat tersebut adalah pembentukan tim kerok yang bertugas melaksanakan kegiatan kerok secara menyeluruh pada lokasi sadapan dengan potensi hasil tinggi. Langkah tersebut dilakukan untuk memaksimalkan produktivitas pohon pinus sekaligus menjaga kualitas alur sadap agar tetap optimal menghasilkan getah.
Menurut Slamet, kegiatan kerok harus dilakukan secara tepat dan terencana sehingga potensi produksi dari setiap petak sadapan dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa mengganggu kondisi tegakan pohon pinus.
Selain pembentukan tim kerok, rapat juga membahas pentingnya memastikan para penyadap tetap melaksanakan kegiatan ngeludang secara rutin. Kegiatan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran aliran getah pinus sehingga produktivitas sadapan tetap stabil.
Petugas lapangan diminta terus melakukan monitoring dan pendampingan kepada para penyadap agar kegiatan pembaruan kerok dan ludang berjalan sesuai ketentuan teknis penyadapan yang berlaku di Perhutani.
Tidak hanya itu, dalam rapat juga direncanakan pelaksanaan pertemuan bersama para penyadap guna memberikan motivasi dan memastikan mereka tetap aktif bekerja di tengah meningkatnya aktivitas musim kopi dan pertanian masyarakat.
Slamet menjelaskan bahwa pada musim panen kopi maupun musim pertanian, sebagian penyadap kerap membagi waktu kerja sehingga aktivitas penyadapan menjadi berkurang. Oleh karena itu, pendekatan persuasif melalui komunikasi dan pembinaan dinilai penting agar produksi getah tetap berjalan optimal.
“Kita akan melakukan pendekatan secara humanis kepada para penyadap melalui pertemuan rutin agar mereka tetap semangat beraktivitas sadap meskipun sedang memasuki musim kopi dan pertanian. Keberhasilan produksi tidak hanya ditentukan target, tetapi juga komunikasi dan kebersamaan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pranowo Tribudi turut menyampaikan dukungannya terhadap langkah pengawalan produksi getah pinus yang dilakukan jajaran BKPH Doro. Menurutnya, strategi yang disusun akan sangat membantu peningkatan produktivitas apabila dilaksanakan secara konsisten di lapangan.
Rapat berlangsung dalam suasana serius namun penuh semangat kebersamaan. Para peserta aktif menyampaikan masukan serta kondisi lapangan terkait kendala penyadapan dan langkah percepatan produksi yang dapat diterapkan secara efektif.
Melalui kegiatan rapat pengawalan produksi getah pinus tersebut, Perhutani KPH Pekalongan Timur berharap seluruh jajaran lapangan semakin solid dalam mendukung pencapaian target produksi sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan para penyadap sebagai mitra kerja utama di lapangan.
Dengan sinergi yang baik antara petugas Perhutani dan para penyadap, diharapkan produksi getah pinus di wilayah KPH Pekalongan Timur terus meningkat sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar hutan secara berkelanjutan. (Pkt/Ran)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply