KEDU UTARA, TEMANGGUNG (31/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan pengamanan kawasan wisata alam Umbul Jumprit sejak H-1 hingga pelaksanaan prosesi pengambilan Air Suci yang digunakan dalam rangkaian Perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE/2026. Air Suci tersebut selanjutnya dibawa menuju Candi Borobudur sebagai bagian dari ritual keagamaan umat Buddha yang dilaksanakan setiap tahun, Sabtu (30/05/2026).
Kegiatan pengamanan dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola wisata, serta pihak terkait lainnya guna memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pengamanan difokuskan pada pengaturan arus pengunjung, pengawasan area sumber mata air, pengendalian parkir kendaraan, serta antisipasi gangguan keamanan dan keselamatan di kawasan wisata yang berada dalam pengelolaan Perhutani tersebut.
Sejak H-1 pelaksanaan kegiatan, petugas Perhutani bersama aparat gabungan telah melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik strategis. Langkah tersebut dilakukan mengingat meningkatnya jumlah pengunjung yang datang untuk menyaksikan prosesi pengambilan Air Suci sekaligus menikmati keindahan alam Umbul Jumprit yang menjadi salah satu destinasi wisata religi dan alam di Kabupaten Temanggung.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Temanggung, Youdiyanto, menyampaikan bahwa Perhutani berkomitmen mendukung kelancaran kegiatan keagamaan yang memiliki nilai spiritual dan budaya tinggi tersebut.
“Perhutani telah menyiapkan personel bersama unsur terkait untuk melaksanakan pengamanan kawasan Umbul Jumprit sejak H-1 hingga selesainya prosesi pengambilan Air Suci. Perhutani berupaya memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi para peserta maupun masyarakat yang hadir. Selain itu, Perhutani juga mengimbau pengunjung untuk menjaga kebersihan, ketertiban, serta kelestarian kawasan hutan dan wisata,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Umbul Jumprit sebagai sumber Air Suci yang digunakan dalam rangkaian perayaan Waisak merupakan bagian penting dari kekayaan budaya dan spiritual yang perlu dijaga bersama. Oleh karena itu, sinergi antara Perhutani, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam mendukung suksesnya kegiatan tersebut.
Sementara itu, Komandan Koramil (Danramil) 04/Ngadirejo, Kapten Cba Muhabib, mengapresiasi koordinasi yang telah terjalin antara Perhutani dan seluruh unsur pengamanan dalam mendukung kelancaran prosesi pengambilan Air Suci Waisak.
“Kami bersama personel gabungan melaksanakan pengamanan secara maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan kondusif. Kehadiran aparat di lapangan merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus upaya menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Alhamdulillah, pelaksanaan pengambilan Air Suci berjalan lancar dan masyarakat dapat mengikuti kegiatan dengan tertib,” ungkapnya.
Prosesi pengambilan Air Suci di Umbul Jumprit merupakan salah satu rangkaian penting menjelang puncak perayaan Waisak di Candi Borobudur. Tradisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi simbol kesucian, kedamaian, serta keharmonisan kehidupan.
Dengan terlaksananya pengamanan secara terpadu, seluruh rangkaian kegiatan pengambilan Air Suci di Umbul Jumprit dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Perhutani berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dalam mendukung pelestarian kawasan hutan sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan budaya dan keagamaan yang menjadi kebanggaan masyarakat. (Kdu/Nurul)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply