PEKALONGAN TIMUR (02/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur menerima kunjungan Kepala Divisi Regional Jawa Tengah Perum Perhutani, Asep Dedi Mulyadi, yang melaksanakan dialog langsung dengan para penyadap getah pinus di wilayah kerja KPH Pekalongan Timur pada Jumat (29/05). Dalam kunjungan lapangan tersebut, Kepala Divisi Regional Jawa Tengah didampingi Administratur KPH Pekalongan Timur beserta jajaran manajemen untuk melihat secara langsung aktivitas penyadapan sekaligus mendengarkan aspirasi para penyadap yang menjadi mitra strategis perusahaan dalam pengelolaan hasil hutan bukan kayu.
Kehadiran Kepala Divisi Regional Jawa Tengah di tengah para penyadap merupakan wujud perhatian Perhutani terhadap keberlangsungan usaha penyadapan getah pinus yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat sekitar hutan.
Pada kesempatan tersebut, Asep Dedi Mulyadi berdialog secara langsung dengan salah seorang penyadap, Kuwat, yang telah bertahun-tahun menggantungkan mata pencahariannya dari kegiatan penyadapan getah pinus. Dalam suasana penuh keakraban, Kuwat menyampaikan berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi para penyadap di lapangan, mulai dari kondisi pohon sadap, faktor cuaca yang memengaruhi produksi getah, hingga harapan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan penyadapan.
Asep Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyadap yang selama ini telah bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Menurutnya, keberhasilan Perhutani dalam mempertahankan produksi getah pinus tidak terlepas dari peran penting para penyadap yang setiap hari bekerja di lapangan.
“Keberhasilan Perhutani dalam menjaga produksi getah pinus tidak lepas dari kerja keras para penyadap. Oleh karena itu, penyadap merupakan mitra utama perusahaan yang harus mendapatkan perhatian dan dukungan agar dapat terus bekerja secara optimal,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, ia juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan melalui penerapan teknik penyadapan yang sesuai dengan ketentuan agar produktivitas pohon tetap terjaga. Selain itu, para penyadap diajak untuk terus meningkatkan semangat kerja, memperhatikan keselamatan kerja, serta memperkuat sinergi dengan jajaran Perhutani di tingkat Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) maupun KPH.
Administratur KPH Pekalongan Timur yang turut mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan bahwa komunikasi langsung antara pimpinan Perhutani dan para penyadap merupakan sarana yang efektif untuk mengetahui kondisi riil di lapangan. Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan para penyadap akan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat sekitar hutan.
Sementara itu, Kuwat mengaku bangga dan senang karena dapat berdialog secara langsung dengan Kepala Divisi Regional Jawa Tengah. Menurutnya, perhatian yang diberikan oleh pimpinan Perhutani menjadi motivasi tersendiri bagi para penyadap untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga kelestarian hutan yang menjadi sumber penghidupan mereka.
“Kami merasa diperhatikan karena Bapak Kepala Divisi Regional Jawa Tengah berkenan turun langsung ke lapangan dan mendengarkan harapan kami. Semoga hubungan baik antara Perhutani dan para penyadap terus terjalin sehingga kesejahteraan masyarakat sekitar hutan semakin meningkat,” ungkapnya.
Kegiatan dialog tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menjadi bukti nyata komitmen Perhutani dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar hutan. Melalui pendekatan yang humanis dan komunikasi yang terbuka, Perhutani berharap dapat terus meningkatkan produktivitas hasil hutan bukan kayu sekaligus mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sejalan dengan semangat peningkatan kinerja dan profesionalisme yang terus didorong oleh Divisi Regional Jawa Tengah, Perhutani berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat serta memastikan pengelolaan sumber daya hutan mampu memberikan manfaat optimal bagi perusahaan, negara, dan masyarakat sekitar hutan. (Pkt/Ran)
Editor: Hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply