PEKALONGAN TIMUR (02/06/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melaksanakan Program Kerok Bersama di kawasan hutan pinus yang menjadi sentra produksi getah, sebagai upaya meningkatkan produktivitas hasil hutan bukan kayu sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat sekitar hutan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Administratur KPH Pekalongan Timur, Haris Setiana, dan diikuti jajaran manajemen, petugas lapangan, serta anggota Kelompok Tani Sadap (KTS) yang selama ini menjadi mitra strategis Perhutani dalam kegiatan penyadapan getah pinus. Salah satu anggota KTS yang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut adalah Yusuf.
Program Kerok Bersama merupakan langkah strategis Perhutani untuk menjaga produktivitas bidang sadap pada tegakan pinus agar mampu menghasilkan getah secara optimal. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan teknis bagi para penyadap agar senantiasa menerapkan metode penyadapan sesuai ketentuan, sehingga produktivitas meningkat tanpa mengabaikan aspek kelestarian tegakan.
Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta melakukan pengerokan bidang sadap secara serentak pada petak-petak produksi yang telah ditentukan. Kegiatan berlangsung dengan semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pencapaian target produksi getah pinus KPH Pekalongan Timur.
Administratur KPH Pekalongan Timur, Haris Setiana, menyampaikan bahwa getah pinus merupakan salah satu komoditas unggulan hasil hutan bukan kayu yang memiliki kontribusi penting terhadap pendapatan perusahaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.
“Keberhasilan produksi getah pinus tidak hanya bergantung pada kondisi tegakan, tetapi juga ditentukan oleh kualitas pelaksanaan penyadapan di lapangan. Melalui Program Kerok Bersama ini, kami berharap seluruh penyadap dapat memahami dan menerapkan teknik penyadapan yang baik sehingga hasil yang diperoleh lebih optimal dan umur produktif pohon pinus tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar kegiatan teknis, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Perhutani dan para penyadap.
“Keberhasilan produksi getah pinus adalah hasil kerja bersama yang memerlukan komitmen, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab dari seluruh pihak yang terlibat,” tambah Haris.
Pada kesempatan itu, Haris juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Kelompok Tani Sadap yang selama ini telah berperan aktif mendukung produksi getah pinus di wilayah KPH Pekalongan Timur.
Sementara itu, Yusuf, salah satu anggota Kelompok Tani Sadap, menyambut baik pelaksanaan Program Kerok Bersama. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi para penyadap, baik dari sisi peningkatan keterampilan maupun penguatan komunikasi dengan Perhutani.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena selain menambah pengetahuan, juga memberikan motivasi bagi para penyadap untuk bekerja lebih baik. Kehadiran langsung Administratur di lapangan menjadi bukti bahwa Perhutani memberikan perhatian kepada kami sebagai mitra kerja,” ungkapnya.
Selain pelaksanaan kerok bersama, jajaran manajemen KPH Pekalongan Timur juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk melakukan monitoring kondisi tegakan pinus, kualitas bidang sadap, serta kesiapan para penyadap dalam menghadapi target produksi yang telah ditetapkan. Melalui pendekatan langsung di lapangan, berbagai masukan dan kendala yang dihadapi penyadap dapat diketahui lebih cepat sehingga solusi yang tepat dapat segera diberikan.
Suasana kebersamaan yang terjalin selama kegiatan menunjukkan kuatnya hubungan kemitraan antara Perhutani dan masyarakat desa hutan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh peserta menjadi modal penting dalam mendukung pengelolaan hutan yang produktif dan lestari.
Melalui Program Kerok Bersama ini, KPH Pekalongan Timur berharap produktivitas getah pinus dapat terus meningkat sehingga mampu mendukung pencapaian target perusahaan. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Perhutani dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui kemitraan yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat antara Perhutani dan Kelompok Tani Sadap, pengelolaan hutan diharapkan terus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang demi terwujudnya hutan lestari dan masyarakat sejahtera. (Pkt/Ran)
Editor: Hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply