Cara Perhutani Pekalongan Timur Cegah Kebocoran Administrasi Produksi Getah

PEKALONGAN TIMUR (03/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Bawang Sugiarto, mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, melaksanakan monitoring dan pengecekan setoran getah pinus di Tempat Penimbunan Getah (TPG) Banaran, Selasa (02/06). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan produksi sekaligus pembinaan kepada para penyadap agar kualitas dan kuantitas hasil sadapan tetap terjaga sesuai target yang telah ditetapkan perusahaan.

Dalam kegiatan tersebut, Sugiarto melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi setoran getah pinus yang berasal dari sejumlah petak sadapan di wilayah BKPH Bawang. Monitoring meliputi pemeriksaan volume setoran, kualitas getah, administrasi pencatatan hasil produksi, serta kesiapan sarana pendukung yang digunakan dalam proses penampungan dan pengangkutan getah pinus menuju tempat pengolahan.

Selain melakukan pengecekan produksi, Sugiarto juga berdialog langsung dengan para penyadap yang sedang melakukan setoran getah di TPG Banaran. Salah satu penyadap yang ditemui adalah Tutur, yang selama ini aktif melaksanakan kegiatan penyadapan di wilayah kerja BKPH Bawang.

Dalam suasana penuh keakraban, Sugiarto berdiskusi dengan Tutur mengenai kondisi penyadapan di lapangan, produktivitas pohon pinus, serta berbagai kendala yang dihadapi selama proses penyadapan. Dialog tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis yang terus dikedepankan Perhutani guna membangun hubungan harmonis dengan para mitra penyadap.

Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Asper BKPH Bawang Sugiarto menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyadap yang telah menunjukkan komitmen dan tanggung jawab dalam mendukung pencapaian target produksi getah pinus. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan hasil hutan bukan kayu tidak terlepas dari peran penting para penyadap yang setiap hari bekerja di lapangan dengan penuh ketekunan.

“Penyadap merupakan mitra strategis Perhutani dalam pengelolaan getah pinus. Oleh karena itu, kami terus berupaya hadir di lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik sekaligus mendengarkan langsung berbagai masukan dari para penyadap. Dengan komunikasi yang baik, berbagai tantangan yang muncul dapat dicari solusi bersama,” ujar Sugiarto.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas hasil sadapan serta menerapkan teknik penyadapan yang sesuai dengan ketentuan perusahaan. Menurutnya, produktivitas yang tinggi harus tetap diimbangi dengan upaya menjaga kesehatan pohon dan kelestarian tegakan pinus agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, penyadap getah pinus Tutur menyampaikan terima kasih atas perhatian dan pendampingan yang diberikan Perhutani kepada para penyadap. Ia menilai kegiatan monitoring yang dilakukan secara langsung di lapangan menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi para penyadap sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kerja.

“Kami merasa senang karena Perhutani selalu memberikan pembinaan dan perhatian kepada para penyadap. Kehadiran Asper di TPG Banaran menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan hasil produksi dan menjaga kualitas getah yang disetorkan,” ungkap Tutur.

Kegiatan pengecekan setoran getah pinus tersebut juga menjadi bagian dari upaya KPH Pekalongan Timur dalam memastikan tata kelola produksi berjalan secara transparan, tertib administrasi, dan sesuai dengan standar operasional perusahaan. Melalui monitoring rutin, berbagai potensi kendala dapat diidentifikasi sejak dini sehingga langkah perbaikan dapat segera dilakukan.

Selain aspek produksi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat hubungan kemitraan antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan yang menggantungkan sebagian mata pencahariannya dari kegiatan penyadapan getah pinus. Hubungan yang harmonis dan komunikasi yang terbuka diyakini menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan hutan secara berkelanjutan.

Dengan terlaksananya monitoring setoran getah pinus di TPG Banaran, KPH Pekalongan Timur berharap produktivitas getah pinus dapat terus meningkat seiring terjaganya kualitas hasil sadapan dan semangat kerja para penyadap. Perhutani akan terus berkomitmen melakukan pembinaan, pendampingan, dan pengawasan secara berkelanjutan guna mewujudkan pengelolaan hasil hutan bukan kayu yang optimal, lestari, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta perusahaan.

Melalui sinergi yang kuat antara Perhutani dan para penyadap, diharapkan target produksi getah pinus dapat tercapai dengan baik sekaligus mendukung pengelolaan hutan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi masyarakat sekitar hutan. (Pkt/Ran)

Editor: Hening

Copyright 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *