PERHUTANI (03/06/26) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo menggelar kegiatan penanaman bersama para stakeholder di wilayah Kecamatan Jiken. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Petak 132D Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngapus, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gayam, pada Selasa (02/06).
Kegiatan penanaman dihadiri oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Pemerintah Desa Ketringan, pengurus dan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Sejahtera Desa Ketringan, Kecamatan Jiken, tokoh masyarakat, serta relawan.
Penanaman yang melibatkan berbagai pihak tersebut dinilai efektif sebagai upaya mitigasi bencana, konservasi sumber daya air, dan penyediaan ruang hijau menjelang musim kemarau. Selain itu, menanam pohon merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat besar bagi lingkungan maupun masyarakat.
Administratur KPH Kebonharjo melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gayam, Subandiyono, mengatakan bahwa kegiatan penanaman tersebut merupakan aksi kolaboratif antara Perhutani dan para stakeholder dalam upaya memperbaiki kualitas lingkungan serta menghijaukan kawasan hutan agar tetap lestari.
“Kegiatan ini sangat efektif untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan, terutama di kawasan hutan dan daerah tangkapan air agar tetap terjaga dan hijau, terlebih saat memasuki musim kemarau seperti sekarang ini,” ujar Subandiyono.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Pada kesempatan itu, sebanyak 100 bibit tanaman buah ditanam sebagai bagian dari upaya pengayaan kawasan hutan.
“Hari ini kita menanam 100 bibit tanaman buah-buahan. Semoga bibit yang kita tanam dapat tumbuh subur sehingga memberikan manfaat, baik dari sisi ekologis maupun ekonomis,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ketringan, Wahono, menyampaikan apresiasi atas komitmen Perhutani dalam mengelola hutan secara lestari, termasuk melalui kegiatan penanaman bersama para stakeholder. Menurutnya, kegiatan tersebut juga berpotensi meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani hutan.
“Kegiatan penanaman ini bertujuan untuk pengayaan kawasan, sehingga selain memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan, juga memiliki nilai ekonomis. Semoga ketika tanaman sudah berbuah, hasil panennya dapat meningkatkan pendapatan petani hutan dan masyarakat sekitar,” tuturnya. (Kbh/Ari).
Editor: Hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply