Optimalkan Sektor HHBK, KPH Pekalongan Timur Pacu Produktivitas Sadapan Pinus

PEKALONGAN TIMUR (10/06/2026) | Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga tertib administrasi, kualitas hasil produksi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada para penyadap, Perhutani KPH Pekalongan Timur melalui Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Watukumpul, Tamim, yang mewakili Administratur/Kepala KPH Pekalongan Timur, melaksanakan pemantauan kegiatan penerimaan getah pinus di Tempat Penimbunan Getah (TPG) Watukumpul, Selasa (09/06/2026).

Kegiatan pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penerimaan getah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari penimbangan, pencatatan administrasi, hingga pengawasan kualitas getah yang diterima dari para penyadap. Dalam kesempatan tersebut, Kepala KRPH Watukumpul, Tamim, berinteraksi langsung dengan para penyadap yang datang menyetorkan hasil sadapannya, salah satunya Waluyo, penyadap aktif yang secara rutin melakukan penyetoran getah pinus ke TPG Watukumpul.

Administratur/Kepala KPH Pekalongan Timur, melalui KRPH Watukumpul, Tamim, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring penerimaan getah merupakan bagian penting dalam menjaga akurasi data produksi sekaligus memberikan pendampingan kepada para penyadap agar hasil produksi dapat terus meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

“Penerimaan getah merupakan tahapan penting dalam rantai produksi hasil hutan bukan kayu. Oleh karena itu, Perhutani senantiasa melakukan pengawasan dan pembinaan secara langsung untuk memastikan proses berjalan tertib, transparan, dan sesuai prosedur. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi dengan para penyadap guna mengetahui berbagai kendala yang dihadapi di lapangan,” ungkap Tamim.

Dalam dialog yang berlangsung di lokasi TPG, Tamim juga memberikan motivasi kepada para penyadap untuk terus menjaga kualitas sadapan dengan menerapkan teknik penyadapan yang baik dan benar sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan Perhutani. Menurutnya, kualitas getah yang baik akan memberikan nilai tambah terhadap hasil produksi serta mendukung keberlanjutan usaha pengelolaan getah pinus.

Sementara itu, penyadap getah pinus, Waluyo, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan pendampingan yang diberikan Perhutani kepada para penyadap. Ia menilai kehadiran petugas Perhutani di lapangan memberikan semangat tersendiri bagi para penyadap untuk terus meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian tegakan pinus yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Kami merasa terbantu dengan adanya pembinaan dan pengawasan dari Perhutani. Selain mendapatkan arahan terkait teknik penyadapan yang benar, kami juga dapat menyampaikan berbagai masukan dan kondisi yang terjadi di lapangan sehingga dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Waluyo.

Selain melakukan pemantauan penerimaan getah, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengingatkan para penyadap mengenai pentingnya menjaga keamanan kawasan hutan dari gangguan, kebakaran hutan, maupun tindakan yang dapat merusak kelestarian lingkungan. Perhutani berharap para penyadap tidak hanya berperan sebagai penghasil getah pinus, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hutan.

Melalui kegiatan pemantauan ini, Perhutani KPH Pekalongan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan produksi hasil hutan bukan kayu, meningkatkan kesejahteraan para penyadap, serta memastikan seluruh proses pengelolaan getah pinus berjalan secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan demi mendukung pencapaian target produksi perusahaan serta kelestarian hutan untuk generasi mendatang. (Pkt/_)

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *