PEKALONGAN TIMUR (17/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Doro melaksanakan pembinaan dan monitoring lapangan guna menjaga kesinambungan produksi getah pinus serta memperkuat komunikasi dengan para penyadap. Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah sadapan pinus BKPH Doro pada Minggu (14/06).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Perhutani untuk memastikan aktivitas penyadapan getah pinus berjalan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku. Selain melakukan pengecekan kondisi tegakan pinus dan hasil sadapan, Perhutani juga berdialog langsung dengan para penyadap untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Doro, Slamet Supriyanto, melakukan kunjungan langsung ke lokasi sadapan dan bertemu dengan salah seorang penyadap aktif, Sumiyati, yang selama ini secara rutin melaksanakan kegiatan penyadapan getah pinus di wilayah kerja BKPH Doro. Pertemuan berlangsung secara akrab di tengah kawasan hutan produksi pinus sembari meninjau kondisi pohon sadapan dan hasil getah yang telah terkumpul.
Slamet Supriyanto menyampaikan bahwa keberhasilan produksi getah pinus tidak terlepas dari peran penting para penyadap sebagai ujung tombak kegiatan operasional di lapangan. Oleh karena itu, Perhutani terus berupaya memberikan pendampingan, motivasi, dan pembinaan agar para penyadap tetap semangat dalam menjalankan pekerjaannya.
“Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan kegiatan penyadapan tetap berjalan dengan baik. Selain itu, kami ingin mendengar secara langsung kondisi dan kendala yang dihadapi para penyadap sehingga dapat dicarikan solusi bersama. Penyadap merupakan mitra strategis Perhutani yang memiliki kontribusi besar terhadap pencapaian target produksi getah pinus,” ungkap Slamet.
Lebih lanjut, Slamet menegaskan bahwa kegiatan monitoring lapangan ini juga menjadi sarana untuk mengingatkan pentingnya penerapan teknik penyadapan yang benar agar produktivitas pohon tetap terjaga dan hasil getah yang diperoleh dapat optimal. Dengan teknik sadapan yang sesuai, diharapkan kelestarian tegakan pinus dan keberlanjutan produksi getah dapat terus terjamin.
Sementara itu, Sumiyati menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Perhutani yang secara langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi para penyadap. Menurutnya, kehadiran petugas Perhutani memberikan semangat tersendiri bagi para penyadap dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami merasa senang karena Perhutani selalu memberikan perhatian kepada penyadap. Dengan adanya kunjungan seperti ini, kami bisa menyampaikan kondisi di lapangan sekaligus mendapatkan arahan untuk meningkatkan hasil sadapan,” ujarnya.
Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Kepala BKPH Doro berharap kegiatan pembinaan dan monitoring lapangan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mempererat hubungan antara Perhutani dan para penyadap. Selain mendukung peningkatan produksi getah pinus, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Perhutani dalam memberdayakan masyarakat sekitar hutan melalui kemitraan yang harmonis dan saling menguntungkan.
Melalui komunikasi yang intensif, pembinaan yang berkesinambungan, serta semangat kerja para penyadap, Perhutani KPH Pekalongan Timur optimistis target produksi getah pinus tahun 2026 dapat tercapai dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan. (Pkt/Ran)
Editor: Hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply