CEPU (24/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu mendampingi 74 mahasiswa Program Studi Pengelolaan Hutan, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam kegiatan praktik umum pengelolaan dan perencanaan kehutanan yang dilaksanakan pada Selasa (23/06).
Hadir dalam kegiatan tersebut Administratur KPH Cepu Yeni Ernaningsih, didampingi Wakil Administratur KPH Cepu Lukman Jayadi, Kepala Seksi Madya Pembinaan Sumber Daya Hutan (SDH) Marwanto, serta Kepala Seksi Madya Produksi dan Ekowisata Sukarsono. Kegiatan juga dihadiri dua dosen pembimbing dan 74 mahasiswa Program Studi Pengelolaan Hutan, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi UGM.
Administratur KPH Cepu Yeni Ernaningsih mengatakan bahwa Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan hutan hujan tropis terbesar di dunia. Julukan sebagai “paru-paru dunia” menunjukkan betapa vitalnya peran hutan bagi kehidupan. Namun, di tengah laju pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam, menjaga hutan bukan hanya menjadi urusan pelestarian lingkungan, melainkan juga investasi penting bagi masa depan bangsa serta benteng utama dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam.
Lebih lanjut, Yeni Ernaningsih menegaskan bahwa hutan merupakan sistem pertahanan alam yang sangat strategis. Menurutnya, hutan berperan sebagai benteng yang menjaga ketahanan bangsa dari ancaman krisis pangan, bencana ekologis, hingga berbagai dampak yang dapat mengganggu keberlanjutan kehidupan masyarakat.
“Saya berpesan kepada adik-adik semua agar memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Tingkatkan rasa ingin tahu karena banyak hal yang tidak ditemukan dalam teori maupun di bangku kuliah. Bahagiakan orang tua dengan meningkatkan hard skill melalui capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang baik serta soft skill melalui keaktifan dalam berbagai organisasi. Semoga di antara kalian ada yang kelak dapat menggantikan saya menjadi Administratur KPH Cepu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner melalui perwakilan Sekretariat Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan, Edy Firmanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mempersiapkan lulusan sarjana terapan di bidang kehutanan yang memiliki kompetensi dalam perencanaan dan pengelolaan hutan di tingkat tapak, serta mampu melakukan penyuluhan menuju pengelolaan hutan lestari dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan etika rimbawan.
Lebih lanjut, Edy Firmanto menjelaskan bahwa visi Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan (STr-PH) adalah “Menjadi program pendidikan tinggi terapan yang unggul di bidang pengelolaan hutan di tingkat nasional dan diakui di tingkat internasional serta dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila untuk kesejahteraan bangsa pada Tahun 2034.”
Melalui kegiatan praktik umum ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan yang komprehensif mengenai pengelolaan hutan secara langsung, sehingga mampu mengintegrasikan teori yang diperoleh di kampus dengan praktik pengelolaan kehutanan yang berkelanjutan di lapangan. (Cpu/Pai).
Editor: Hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply