Amankan Jalur Ekspor Kayu, Skuad KPH Gundih Ketatkan Filter K3 di Zona Bongkar Muat

GUNDIH, PERHUTANI (25/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih menggelar kegiatan monitoring Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Monggot, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Rabu (24/06). Kegiatan ini bertujuan memitigasi potensi kecelakaan kerja pada aktivitas bongkar muat kayu.

Penyuluhan dan pemantauan berkala tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) KPH Gundih, Arif Budhi, didampingi Kepala Subseksi K3 dan Lingkungan (K3L), Darmaji, beserta jajaran terkait.

Administratur KPH Gundih melalui Kepala Seksi PSDH, Arif Budhi, didampingi Kepala Subseksi K3L, Darmaji, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran para petugas lapangan dan tenaga bongkar muat terhadap pentingnya penerapan K3, khususnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang telah disediakan perusahaan.

“Langkah mitigasi ini penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja di wilayah TPK KPH Gundih. Alhamdulillah, hingga saat ini angka kecelakaan kerja pada tenaga bongkar muat kayu masih nihil,” ujar Arif Budhi.

Arif Budhi juga mengapresiasi Kepala TPK Monggot yang secara konsisten menginstruksikan seluruh pekerja agar mematuhi protokol keselamatan kerja. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, para pekerja terlihat disiplin menggunakan APD secara lengkap, mulai dari pelindung kepala hingga pelindung kaki.

Menurutnya, tingkat kepatuhan pekerja tidak terlepas dari sinergi dan kepedulian bersama, baik dari kesadaran para pekerja maupun pengawasan yang dilakukan oleh jajaran pengelola TPK Monggot.

Apresiasi terhadap upaya Perhutani juga disampaikan oleh salah satu tenaga bongkar muat asal Dusun Timongo, Desa Monggot, Suprojo. Ia mengaku merasa lebih aman dan nyaman dalam bekerja berkat penerapan standar keselamatan yang konsisten.

“Keselamatan kerja sangat penting bagi kami. Dengan menggunakan APD seperti helm, sepatu, rompi, sarung tangan, dan masker, kami merasa lebih terlindungi saat bekerja. Kami juga merasakan perhatian perusahaan terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja,” kata Suprojo.

Ia berharap Perhutani KPH Gundih dapat terus mempertahankan komitmennya dalam menerapkan K3 sehingga keselamatan tenaga kerja tetap terjaga dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Melalui kegiatan monitoring ini, Perhutani KPH Gundih menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh pekerja terhadap pentingnya budaya keselamatan kerja dalam setiap aktivitas operasional. (Gdh/Dwi).

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *