BALAPULANG (2/7/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang memberdayakan masyarakat sekitar hutan dalam kegiatan persemaian bibit jati tahun 2026 yang berlokasi di halaman Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Prupuk, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Larangan, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal.
Pada tahun ini, Perhutani menargetkan produksi sebanyak 40.000 polybag bibit jati Jati Plus Perhutani (JPP) hasil stek pucuk yang akan digunakan untuk kegiatan penanaman. Dalam kegiatan persemaian tersebut, Perhutani juga melibatkan pekerja lanjut usia yang bertugas memetik pucuk dari kebun pangkas jati sebagai bahan perbanyakan bibit.
Administratur KPH Balapulang Angkat Wijanto menyampaikan bahwa hingga saat ini perkembangan persemaian telah mencapai sekitar 60 persen dengan tingkat pertumbuhan bibit yang baik. Menurutnya, pelibatan pekerja lokal merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat sekaligus pemanfaatan pengalaman mereka yang telah bertahun-tahun mengerjakan kegiatan persemaian.
“Mulai dari pengisian media tanam ke dalam polybag, pemetikan pucuk, proses over spin, hingga tahapan lainnya telah dikerjakan oleh tenaga kerja lokal yang sudah berpengalaman. Kegiatan persemaian ini hampir setiap tahun dilaksanakan di lokasi yang sama sehingga mereka telah memahami seluruh proses pekerjaan dengan baik. Selain pekerja laki-laki, banyak pula pekerja perempuan yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pekerja persemaian, Sairoh (63), warga Desa Wlahar, mengaku bersyukur dapat bekerja di persemaian Perhutani karena memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.
“Pekerjaan ini sangat membantu perekonomian kami. Pekerjaannya relatif ringan dan dapat dilakukan sambil duduk. Dibandingkan bekerja di pabrik yang membutuhkan tenaga lebih besar, kami yang sudah lanjut usia tentu memiliki keterbatasan. Alhamdulillah, Perhutani masih memberikan kesempatan kepada kami untuk bekerja di persemaian. Kami juga sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan ini karena hampir setiap tahun dilibatkan,” ungkapnya.
Sairoh menambahkan, pada tahun lalu jumlah bibit yang diproduksi mencapai sekitar 80.000 bibit dengan melibatkan sekitar 40 hingga 50 pekerja. Ia berharap kegiatan persemaian tersebut terus berlanjut sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan sekaligus mendukung keberhasilan program penanaman Perhutani. (BLP/Jul)
Editor : Hening
Copyright @2026
















Leave a Reply