PEKALONGAN TIMUR (01/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karanganyar melaksanakan pemantauan langsung terhadap kegiatan angkutan getah pinus menuju lokasi pengolahan sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi hasil hutan bukan kayu sekaligus memastikan keselamatan selama proses pengangkutan.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karanganyar Purwo Karyo Utomo, mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur. Pemantauan dilakukan sejak proses pemuatan getah pinus di Tempat Penimbunan Getah (TPG) hingga keberangkatan armada angkutan sebagai bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga kelancaran operasional dan keberhasilan rantai pasok produksi getah pinus.
Dalam kegiatan tersebut, Purwo Karyo Utomo memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur, mulai dari pengecekan jumlah muatan, kondisi kendaraan, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan pengemudi sebelum melakukan perjalanan.
Selain memastikan kelancaran distribusi, perhatian juga diberikan terhadap aspek keselamatan kerja. Purwo Karyo Utomo secara langsung memberikan arahan kepada pengemudi armada, Rodi Prasetyo, agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan, mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sehingga getah pinus dapat diangkut dengan aman hingga tiba di lokasi tujuan.
“Kami tidak hanya mengejar target produksi dan kelancaran distribusi, tetapi juga memastikan setiap proses dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan. Pengemudi merupakan bagian penting dalam rantai distribusi hasil hutan sehingga keselamatan perjalanan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Menurut Purwo Karyo Utomo, kelancaran angkutan getah pinus memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas hasil produksi. Distribusi yang tepat waktu akan membantu mempertahankan mutu getah pinus sebelum memasuki tahap pengolahan sekaligus mendukung pencapaian target produksi hasil hutan bukan kayu yang telah ditetapkan perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran BKPH Karanganyar juga berkoordinasi dengan petugas lapangan terkait kesiapan jalur distribusi serta berbagai potensi kendala yang dapat memengaruhi proses pengangkutan. Evaluasi dilakukan secara berkala agar setiap hambatan dapat diantisipasi sejak dini tanpa mengganggu kelancaran operasional.
Sementara itu, pengemudi armada Rodi Prasetyo menyampaikan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ia mengapresiasi perhatian yang diberikan Perhutani terhadap aspek keselamatan kerja sehingga setiap pengemudi merasa lebih siap dan percaya diri dalam menjalankan tugas distribusi getah pinus.
Mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, Purwo Karyo Utomo menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan getah pinus tidak hanya ditentukan oleh tingginya hasil produksi, tetapi juga oleh kelancaran distribusi serta keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam setiap tahapan operasional. Oleh karena itu, pengawasan dan pembinaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan sistem kerja yang aman, efektif, dan profesional.
Melalui kegiatan pemantauan tersebut, Perhutani menegaskan komitmennya untuk mewujudkan tata kelola hasil hutan bukan kayu yang akuntabel, berorientasi pada keselamatan kerja, dan berkelanjutan. Sinergi antara Perhutani, petugas lapangan, dan pengemudi armada diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi getah pinus sehingga seluruh hasil produksi dapat tiba di lokasi tujuan dengan aman, tepat waktu, dan tetap memiliki kualitas terbaik. (Pkt/Ran)
Editor: Hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply