Panen Kayu Tetap Jaga Alam, Perhutani Pemalang Kawal Ketat Prosedur Tebangan di Jatinegara

PEMALANG (10/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang melaksanakan pengecekan lokasi tebangan di petak 123 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Wrayan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatinegara, Kamis (09/07). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Administratur KPH Pemalang, Agustinus Rido Haryanto, didampingi jajaran BKPH Jatinegara sebagai bagian dari pengawasan langsung terhadap pelaksanaan kegiatan tebangan agar berjalan sesuai ketentuan teknis kehutanan dan prinsip pengelolaan hutan lestari.

Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi, kondisi tegakan, batas petak, akses angkutan kayu, serta penerapan prosedur tebangan sesuai standar yang berlaku. Selain itu, evaluasi juga dilakukan guna meminimalkan dampak terhadap lingkungan, menjaga keamanan kegiatan, serta memastikan proses pemanenan hasil hutan tetap memperhatikan aspek konservasi dan keberlanjutan sumber daya hutan.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Administratur KPH Pemalang bersama jajaran BKPH Jatinegara memberikan arahan kepada petugas lapangan agar seluruh tahapan kegiatan tebangan dilaksanakan secara tertib administrasi, mengutamakan keselamatan kerja, serta menjaga tegakan tinggal sehingga fungsi ekologis kawasan hutan tetap terpelihara.

Wakil Administratur KPH Pemalang, Agustinus Rido Haryanto, menyampaikan bahwa monitoring lapangan merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh kegiatan pemanfaatan hasil hutan berjalan sesuai rencana kerja dan prinsip pengelolaan hutan berkelanjutan.

“Pengecekan lokasi tebangan ini bertujuan memastikan seluruh proses di lapangan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari penandaan pohon, teknik penebangan, hingga pengangkutan hasil hutan. Perhutani berkomitmen menjaga keseimbangan antara pemanfaatan hasil hutan dan upaya pelestarian lingkungan melalui penerapan sistem tebangan yang terencana serta dilanjutkan dengan kegiatan penanaman kembali pada areal yang telah dipanen. Dengan demikian, produktivitas hutan tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis bagi masyarakat,” ujar Agustinus.

Sementara itu, anggota Kelompok Tani Hutan Desa Tamansari, Kasirin, mengapresiasi keterlibatan langsung Perhutani dalam melakukan pengawasan kegiatan tebangan di lapangan.

“Kami melihat Perhutani selalu melakukan pengawasan secara langsung sehingga kegiatan tebangan berjalan tertib dan tidak merusak lingkungan sekitar. Kami berharap pengelolaan hutan yang baik ini terus dilakukan karena keberadaan hutan sangat penting bagi masyarakat, baik sebagai penyangga sumber air, pencegah erosi, maupun sumber penghidupan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ungkap Kasirin.

Melalui kegiatan pengecekan tersebut, Perhutani KPH Pemalang menegaskan komitmennya untuk terus menerapkan tata kelola kehutanan yang profesional, transparan, dan berwawasan lingkungan. Pengawasan secara berkala di setiap lokasi tebangan diharapkan mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus memastikan pemanfaatan hasil hutan dilakukan secara bertanggung jawab demi keberlanjutan sumber daya hutan bagi generasi mendatang. (Pml/Sks)

Editor: Ulfa
Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *