Stek Pucuk Sinawah, Perkuat Kesiapan Bibit untuk Kelestarian Hutan Perhutani KPH Purwodadi Monitoring dan Evaluasi Persemaian

PURWODADI, PERHUTANI (15/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi kegiatan monitoring dan evaluasi persemaian stek pucuk di Persemaian Sinawah, RPH Sinawah, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, pada Rabu (15/07). Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh proses produksi bibit berjalan sesuai standar teknis sehingga mampu mendukung keberhasilan program rehabilitasi dan pelestarian kawasan hutan di wilayah KPH Purwodadi.

Monitoring dan evaluasi dilakukan secara menyeluruh mulai dari pengecekan kondisi bedeng persemaian, kualitas media tanam, pertumbuhan stek pucuk, sistem penyiraman, pengendalian hama dan penyakit, hingga kesiapan bibit sebelum didistribusikan ke lokasi penanaman. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana evaluasi terhadap capaian produksi bibit serta penyusunan langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan kualitas persemaian.

Persemaian stek pucuk memiliki peran strategis dalam menyediakan bibit unggul yang sehat, seragam, dan memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang tinggi. Ketersediaan bibit berkualitas merupakan salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan penanaman hutan sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial kawasan hutan.

Pada tahun 2026, Persemaian Sinawah ditargetkan mampu memproduksi 1.110.975 plances bibit, yang terdiri atas 827.404 plances bibit jati serta 283.571 plances bibit tanaman rimba, meliputi gamal, jambu mete, mahoni, sonokeling, johar, randu, dan berbagai jenis tanaman rimba lainnya. Seluruh bibit tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan penanaman kawasan hutan di wilayah kerja KPH Purwodadi dengan luas mencapai 955,72 hektare.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan, Triana Wahyu W, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi persemaian merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh bibit yang diproduksi memenuhi standar mutu sebelum ditanam di lapangan.

“Persemaian merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan hutan. Melalui monitoring dan evaluasi secara berkala, kami memastikan setiap tahapan produksi bibit berjalan optimal sehingga menghasilkan bibit yang sehat, berkualitas, dan siap mendukung kegiatan penanaman. Upaya ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan produktivitas kawasan hutan secara berkelanjutan,” ujar Triana.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program rehabilitasi hutan tidak hanya ditentukan oleh luas areal tanam, tetapi juga oleh kualitas bibit yang digunakan. Oleh karena itu, pengelolaan persemaian terus dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, efisiensi, dan penerapan teknik silvikultur yang baik agar mampu menghasilkan tegakan hutan yang sehat dan lestari di masa mendatang.

Sementara itu, salah seorang warga Dusun Sinawah yang merupakan salah satu tenaga kerja persemaian, Sutrisno, mengapresiasi keberadaan Persemaian Sinawah yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.

“Kami merasa bangga karena desa kami menjadi lokasi persemaian yang mendukung penghijauan kawasan hutan. Selain membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan persemaian, keberadaan bibit-bibit ini juga menjadi harapan agar hutan tetap hijau, sumber mata air terjaga, dan lingkungan tetap lestari untuk generasi yang akan datang,” ungkapnya Sutrisno.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Perhutani KPH Purwodadi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan persemaian sebagai bagian dari strategi penyediaan bibit unggul. Sinergi antara Perhutani dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat keberhasilan program rehabilitasi hutan, menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan tutupan vegetasi, serta mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan di wilayah KPH Purwodadi.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *