PURWODADI, PERHUTANI (07/10/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi menyiapkan sebanyak 1.100.979 plances bibit tanaman untuk mendukung kegiatan musim tanam tahun 2026. Persiapan bibit tersebut dilakukan melalui persemaian Sinawah, RPH Sinawah, BKPH Jatipohon, KPH Purwodadi.
Sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan bibit dan kualitas tanaman, Administratur/KKPH Purwodadi melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) secara langsung di lokasi Persemaian Sinawah pada Selasa (6/10). Dalam kegiatan tersebut, Administratur didampingi Wakil Administratur serta Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan (PSDH) KPH Purwodadi.
Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi persemaian, perkembangan pertumbuhan bibit, kesiapan jumlah tanaman, serta memastikan proses pemeliharaan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Persemaian menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan penanaman dan menjaga keberlanjutan sumber daya hutan.
Dari total 1.100.979 plances bibit yang disiapkan, terdiri dari 754.458 plances bibit jati stek pucuk, 72.919 plances bibit jati KBK, serta 273.602 plances bibit tanaman rimba. Bibit-bibit tersebut dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tanaman pada kegiatan musim tanam 2026 di wilayah kerja KPH Purwodadi.
Administratur KPH Purwodadi Doddy Juli Irawan menyampaikan bahwa kesiapan bibit merupakan tahapan penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
“Persemaian merupakan bagian penting dari rangkaian kegiatan pengelolaan hutan, karena kualitas tanaman yang disiapkan akan sangat menentukan keberhasilan penanaman di lapangan. Dengan jumlah lebih dari 1,1 juta plances bibit yang kita siapkan, kami ingin memastikan seluruh proses mulai dari persemaian, pemeliharaan hingga distribusi bibit dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu,” ujar Doddy.
Menurutnya, kegiatan persemaian tidak hanya memiliki nilai ekologis dalam mendukung keberlanjutan hutan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Keterlibatan warga lokal dalam kegiatan persemaian menjadi bagian dari kontribusi Perhutani dalam membuka kesempatan kerja sekaligus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar hutan.
“Yang tidak kalah penting, kegiatan persemaian ini juga melibatkan tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi. Ini merupakan bentuk keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan membangun hutan. Kami berharap masyarakat mendapatkan manfaat secara langsung sekaligus tumbuh rasa memiliki terhadap keberadaan hutan,” tambah Doddy.
Salah satu tenaga kerja lokal yang terlibat dalam kegiatan persemaian Sinawah, Suprapti, mengungkapkan bahwa keberadaan persemaian memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Selain menjadi sumber penghasilan tambahan, keterlibatan warga dalam proses persemaian juga memberikan pengalaman dan rasa bangga karena ikut berkontribusi dalam menyiapkan tanaman untuk penghijauan hutan.
“Kami senang bisa ikut bekerja di persemaian ini. Selain membantu kebutuhan ekonomi keluarga, kami juga merasa ikut berperan dalam menyiapkan tanaman untuk hutan. Harapan kami, bibit-bibit yang kami rawat bisa tumbuh dengan baik dan nantinya hutan kembali hijau, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan generasi yang akan datang,” tutur Suprapti.
Dalam pelaksanaannya, tenaga kerja lokal terlibat dalam berbagai kegiatan pemeliharaan persemaian, mulai dari penyapihan, penyiraman, penyiangan, pemupukan, pemeliharaan tanaman hingga kegiatan lainnya untuk memastikan bibit tumbuh secara optimal dan siap ditanam di lapangan.
Perhutani KPH Purwodadi terus berkomitmen menjaga kelestarian hutan melalui pengelolaan yang memperhatikan aspek ekologi, ekonomi dan sosial. Penyiapan bibit dalam jumlah besar melalui persemaian Sinawah menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan regenerasi hutan sekaligus melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan produktif yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dengan kesiapan 1.100.979 plances bibit, Perhutani KPH Purwodadi optimistis kegiatan musim tanam 2026 dapat berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga tutupan hutan, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendukung terwujudnya hutan yang lestari dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Editor : Diono
















Leave a Reply