PURWODADI, PERHUTANI (31/07/2026) | Suara gemericik air berpadu dengan hijaunya kawasan hutan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Air Terjun Widuri. Berada di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tlogomanik, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pojok, Perum Perhutani KPH Purwodadi, destinasi wisata alam ini menawarkan panorama yang masih asri sekaligus pengalaman petualangan yang memacu adrenalin. Sabtu (31/07).
Geliat wisata Air Terjun Widuri semakin terasa, terutama pada akhir pekan. Wisatawan dari berbagai daerah mulai menjadikan kawasan ini sebagai salah satu pilihan untuk menikmati suasana alam sekaligus melakukan aktivitas luar ruang.
Air Terjun Widuri memiliki ketinggian sekitar 15 meter dengan aliran air yang jernih dan kolam alami di bagian bawahnya. Keberadaan hutan jati yang mengelilingi kawasan menambah kesan alami dan sejuk, sehingga pengunjung dapat menikmati suasana hutan yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Selain menawarkan keindahan alam, Air Terjun Widuri juga mulai dikenal sebagai lokasi wisata minat khusus melalui aktivitas canyonering. Kegiatan tersebut dikembangkan bersama komunitas Canyonering Grobogan, yang beranggotakan anak-anak muda kreatif dan aktif memperkenalkan potensi wisata petualangan di Kabupaten Grobogan.
Canyonering menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Peserta diajak menuruni medan air terjun dengan teknik khusus, seperti rappelling atau turun menggunakan tali, panjat tebing hingga aktivitas lain yang membutuhkan keberanian sekaligus keterampilan. Dengan karakteristik tebing dan aliran air yang dimiliki, Air Terjun Widuri menjadi salah satu lokasi yang menarik untuk pengembangan wisata petualangan berbasis alam.
Aktivitas canyonering dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan. Peserta mendapatkan pendampingan dan pengawasan dari instruktur yang memiliki kompetensi, sementara kondisi medan dan lingkungan sekitar juga menjadi perhatian sebelum kegiatan dilakukan.
Di tengah aktivitas wisatawan, jajaran Polisi Hutan (Polhut) Perhutani turut melaksanakan patroli di kawasan hutan. Kehadiran petugas tidak hanya berkaitan dengan pengamanan kawasan hutan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan serta memastikan aktivitas di kawasan hutan tetap berjalan sesuai ketentuan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Pojok, Bambang R, mengatakan bahwa Perhutani terus mendorong pengembangan wisata alam yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga kelestarian kawasan hutan.
“Air Terjun Widuri memiliki potensi wisata alam yang sangat menarik, baik dari sisi keindahan maupun wisata minat khusus. Kami dari Perhutani terus berupaya mendukung pengembangan wisata dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan, keamanan pengunjung dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Harapannya, Widuri semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Grobogan,” ujar Bambang.
Menurutnya, pengembangan wisata di kawasan hutan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga bagaimana wisatawan dapat menikmati alam tanpa merusak ekosistem yang ada. Kolaborasi antara Perhutani, komunitas, masyarakat dan para pelaku wisata menjadi bagian penting dalam mewujudkan wisata alam yang berkelanjutan.
Keindahan Air Terjun Widuri juga menjadi alasan wisatawan dari luar Kabupaten Grobogan untuk datang berkunjung. Salah satunya Dwi Lestari, warga dari Kabupaten Blora, yang menyempatkan diri menikmati suasana alam Widuri pada akhir pekan.
Dwi mengaku terkesan dengan suasana kawasan yang masih alami. Menurutnya, perjalanan menuju air terjun justru menjadi pengalaman tersendiri karena pengunjung dapat menikmati pepohonan dan udara segar khas kawasan hutan.
“Tempatnya bagus, suasananya masih alami dan udaranya juga sejuk. Air terjunnya menarik untuk dikunjungi karena kita bisa menikmati keindahan alam sekaligus merasakan suasana hutan. Tadi saya juga melihat petugas Polhut Perhutani sedang melakukan patroli. Menurut saya bagus, karena pengunjung merasa lebih aman dan kawasan wisatanya juga terlihat terjaga,” ungkap Dwi.
Ia juga mengaku tertarik melihat aktivitas canyonering yang dilakukan di kawasan tersebut. Menurutnya, keberadaan aktivitas petualangan membuat Air Terjun Widuri memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan destinasi wisata alam lainnya.
“Melihat teman-teman melakukan canyonering juga menarik. Ada yang turun menggunakan tali dari tebing air terjun. Bagi yang suka petualangan, tentu ini menjadi pengalaman yang menarik. Semoga tempat seperti ini semakin dikenal, tetapi tetap dijaga kebersihannya dan kelestarian hutannya,” tambahnya.
Keberadaan komunitas canyonering, wisatawan, masyarakat sekitar dan petugas Perhutani menciptakan geliat baru bagi Air Terjun Widuri. Alam tidak hanya menjadi latar belakang wisata, tetapi menjadi ruang untuk beraktivitas, belajar, berpetualang sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Perhutani KPH Purwodadi terus membuka peluang pengembangan wisata alam berbasis potensi kawasan dengan tetap memperhatikan aspek konservasi, keselamatan dan pemberdayaan masyarakat. Dukungan terhadap akses wisata, pengamanan kawasan serta kolaborasi dengan komunitas menjadi bagian dari langkah untuk memperkenalkan destinasi wisata alam yang ada di wilayah kerja KPH Purwodadi.
Air Terjun Widuri pun perlahan menunjukkan wajah barunya. Bukan sekadar air terjun di tengah hutan, tetapi sebuah destinasi yang menawarkan perpaduan antara keindahan alam, kesejukan hutan, petualangan dan pengalaman wisata yang berkesan.
Bagi wisatawan yang mencari tempat untuk melepas penat sekaligus menikmati sensasi petualangan, Air Terjun Widuri dapat menjadi salah satu pilihan wisata alam di Kabupaten Grobogan. Namun, semakin banyaknya kunjungan juga harus diiringi kesadaran untuk menjaga kebersihan, mematuhi aturan kawasan dan tidak meninggalkan sampah, sehingga keindahan Widuri tetap dapat dinikmati generasi mendatang.
Editor : Diono
















Leave a Reply