CEPU, BLORA RAYA (06/08/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu melalui Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kedewan bersama para petani hutan (pesanggem) memperkuat sinergi dalam mengantisipasi potensi kerusakan hutan selama musim kemarau. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan penjagaan dan pemeliharaan tanaman jati dari ancaman kebakaran hutan serta gangguan penggembalaan liar, Selasa (05/08).
Kegiatan pemantauan dipimpin oleh Wakil Administratur KPH Cepu Lukman Jayadi di Petak 2164E RPH Kedewan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kedewan. Pemantauan dilakukan pada tanaman jati tahun tanam 2025 dengan luas areal mencapai 7,5 hektare. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Perhutani untuk mengintensifkan pemantauan dan pemeliharaan tanaman secara berkala guna memastikan tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman sekaligus menjaga kelestarian aset hutan negara.
Administratur KPH Cepu melalui Wakil Administratur KPH Cepu Lukman Jayadi menyampaikan bahwa kolaborasi antara Perhutani dan masyarakat merupakan langkah preventif yang sangat penting, terutama pada fase awal pertumbuhan tanaman jati yang masih rentan terhadap berbagai gangguan.
“Sinergi antara Perhutani dan pesanggem menjadi kunci dalam menjaga keberhasilan tanaman jati. Melalui pengawasan yang lebih intensif, kami berharap dapat meminimalkan kerusakan tanaman akibat kebakaran hutan maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu pertumbuhannya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa selain ancaman kebakaran, gangguan dari hewan ternak yang dilepasliarkan juga menjadi perhatian serius. Tanaman jati yang masih berusia satu hingga lima tahun rentan mengalami kerusakan akibat terinjak atau pucuk mudanya dimakan oleh ternak.
Sementara itu, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kedewan Totok Sutomo menjelaskan bahwa Perhutani bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari telah melakukan berbagai langkah antisipatif, di antaranya membangun pagar pengaman pada titik-titik rawan serta memasang papan larangan di sekitar kawasan hutan.
“Kami juga terus melakukan sosialisasi secara persuasif kepada para peternak di sekitar kawasan hutan agar tidak melepasliarkan hewan ternaknya. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi potensi kerusakan tanaman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua LMDH Wana Lestari Supriyadi menyatakan komitmen masyarakat desa hutan untuk terus mendukung program perlindungan hutan yang dilaksanakan Perhutani.
“Kami siap mendukung seluruh program perlindungan hutan. Melalui patroli rutin yang dilakukan bersama Perhutani, kami berharap keamanan kawasan hutan tetap terjaga sehingga tanaman jati dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Perhutani menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keberhasilan tanaman hutan melalui pemeliharaan yang intensif, penguatan sinergi dengan masyarakat desa hutan, serta langkah-langkah preventif guna menjaga kelestarian kawasan hutan secara berkelanjutan. (Cpu/Pai).
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply