PEKALONGAN TIMUR(19/08/2026) | Upaya memastikan kegiatan produksi getah pinus berjalan optimal terus dilakukan jajaran KPH Pekalongan Timur. Administratur KPH Pekalongan Timur, Haris Setiana, melakukan pengecekan langsung kegiatan produksi getah pinus di wilayah BKPH Bandar, TPG Bantu Maron.
Kegiatan turun langsung ke lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya jajaran manajemen untuk melihat secara nyata kondisi kegiatan penyadapan sekaligus memastikan proses produksi berjalan sesuai dengan ketentuan dan target yang telah ditetapkan.
Dalam kunjungan tersebut, Administratur KPH Pekalongan Timur, Haris Setiana, didampingi Asper Bandar, Pratikno. Keduanya meninjau langsung aktivitas penyadapan getah pinus serta melihat kondisi produksi di lapangan. Pengecekan dilakukan dengan memperhatikan proses kerja penyadap, kondisi pohon, hingga hasil getah yang berhasil dikumpulkan.
Kegiatan lapangan ini juga menjadi kesempatan bagi Administratur untuk berdialog langsung dengan para penyadap yang menjadi ujung tombak kegiatan produksi getah pinus. Salah satu penyadap yang ditemui dalam kesempatan tersebut adalah Surip Bolot.
Dialog berlangsung secara langsung dan penuh keakraban. Haris Setiana menggali informasi dari Surip Bolot mengenai pelaksanaan kegiatan penyadapan, kondisi lapangan, hingga berbagai kendala yang mungkin dihadapi selama menjalankan pekerjaan.
Bagi jajaran manajemen, komunikasi langsung dengan penyadap menjadi hal penting karena penyadap merupakan pihak yang setiap hari berhadapan dengan kondisi tegakan pinus dan mengetahui secara langsung dinamika kegiatan produksi di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Administratur KPH Pekalongan Timur, Haris Setiana, juga memberikan perhatian terhadap pentingnya menjaga kualitas pekerjaan. Menurutnya, pencapaian produksi tidak hanya berkaitan dengan jumlah getah yang dihasilkan, tetapi juga harus diimbangi dengan penerapan teknik penyadapan yang baik serta kepedulian terhadap kondisi pohon pinus.
“Pengecekan langsung seperti ini penting untuk mengetahui kondisi riil di lapangan. Kita ingin memastikan produksi berjalan dengan baik, namun tetap memperhatikan teknik kerja dan keberlanjutan tegakan. Masukan dari penyadap juga sangat penting sebagai bahan evaluasi,” ujar Haris.
Ia menambahkan bahwa peningkatan produktivitas getah pinus membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Tidak cukup hanya dengan menetapkan target, tetapi perlu adanya pendampingan, pengawasan, evaluasi, serta komunikasi yang terus terjaga antara jajaran pimpinan, petugas lapangan, dan para penyadap.
Sementara itu, Asper Bandar, Pratikno, turut mendampingi proses pengecekan dan memberikan penjelasan mengenai kondisi kegiatan produksi di wilayah yang dikunjungi. Pendampingan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan arahan manajemen dapat diterapkan secara efektif di lapangan.
Asper Bandar, Pratikno, menjelaskan bahwa kegiatan penyadapan membutuhkan ketelitian dan konsistensi. Setiap penyadap dituntut untuk menjaga kualitas pekerjaan agar produksi dapat diperoleh secara maksimal dengan tetap memperhatikan kondisi pohon.
Pertemuan dengan Surip Bolot juga menjadi ruang untuk mendengarkan pengalaman pekerja di lapangan. Berbagai informasi yang disampaikan penyadap dapat menjadi bahan bagi jajaran pengelola dalam menentukan langkah perbaikan maupun strategi peningkatan produksi ke depan.
Surip Bolot menyampaikan kondisi kegiatan penyadapan yang dilakukannya serta berbagai pengalaman selama menjalankan pekerjaan. Dialog tersebut berlangsung secara santai, tetapi tetap fokus pada upaya meningkatkan hasil produksi dan kualitas kegiatan penyadapan.
Kunjungan Administratur KPH Pekalongan Timur tersebut menunjukkan komitmen manajemen untuk tidak hanya melakukan pemantauan melalui laporan, tetapi juga melihat secara langsung kondisi sebenarnya di lapangan.
Dengan turun langsung, berbagai persoalan yang mungkin tidak terlihat dalam laporan dapat diketahui secara lebih cepat. Selain itu, jajaran manajemen juga dapat memberikan motivasi secara langsung kepada para pekerja yang selama ini menjadi bagian penting dalam pencapaian target produksi.
Administratur KPH Pekalongan Timur, Haris Setiana, menegaskan bahwa para penyadap memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan produksi getah pinus. Oleh karena itu, komunikasi dan perhatian terhadap kondisi kerja mereka perlu terus ditingkatkan.
“Teman-teman penyadap merupakan bagian penting dari proses produksi. Karena itu, kita harus terus membangun komunikasi dan memberikan dukungan agar pekerjaan dapat dilakukan dengan baik. Kalau di lapangan kondisinya baik, tentu hasil produksi juga diharapkan semakin optimal,” tuturnya.
Pengecekan produksi tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi terhadap capaian produksi getah pinus di wilayah BKPH Bandar. Hasil pengamatan lapangan nantinya dapat menjadi bahan untuk menentukan langkah-langkah tindak lanjut dalam rangka meningkatkan produktivitas.
Selain mengejar pencapaian target, jajaran KPH Pekalongan Timur juga menekankan pentingnya pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Kegiatan produksi harus dilaksanakan dengan tetap menjaga kondisi tegakan dan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena produktivitas getah pinus merupakan bagian dari pemanfaatan hasil hutan yang harus berjalan seimbang dengan upaya menjaga keberadaan dan kualitas tegakan. Dengan demikian, produksi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dari waktu ke waktu.
Kegiatan kunjungan lapangan Administratur KPH Pekalongan Timur bersama Asper Bandar menjadi gambaran nyata bahwa pengawasan dan evaluasi produksi dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.
Kehadiran pimpinan di tengah aktivitas penyadapan juga diharapkan mampu memberikan motivasi kepada para pekerja agar semakin bersemangat dalam menjalankan tugas. Apresiasi dan komunikasi langsung dinilai dapat memperkuat rasa kebersamaan antara manajemen dan tenaga lapangan.
Melalui sinergi antara Administratur, jajaran BKPH, petugas lapangan, dan para penyadap, KPH Pekalongan Timur optimistis kegiatan produksi getah pinus dapat terus ditingkatkan. Evaluasi lapangan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan hutan.
Kunjungan tersebut menegaskan bahwa produksi yang optimal berawal dari kepedulian terhadap kondisi lapangan dan komunikasi langsung dengan para pelaksana di garis depan. Dengan semangat kerja bersama, produktivitas getah pinus di wilayah BKPH Bandar diharapkan semakin baik dan mampu memberikan kontribusi positif terhadap kinerja KPH Pekalongan Timur.(Pkt/Ran)
Editor: Baim
Copyright © 2026
















Leave a Reply