Perhutani Mantingan Perkuat Kemitraan Masyarakat Dukung Panen Agroforestry Tebu Mandiri

MANTINGAN (19/08/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan melalui Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Logede, Agung Siswantoyo, didampingi KRPH Tanjung dan Komandan Regu Polisi Hutan Mobil (Danru Polhutmob) KPH Mantingan, melaksanakan komunikasi sosial (komsos) bersama tokoh masyarakat Desa Pondokrejo terkait dukungan tenaga tebang tebu dalam program Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) di Petak 24A1 seluas 3,6 hektare, RPH Logede, BKPH Sudo, Rabu (19/08).

Kegiatan komsos dilaksanakan di rumah tokoh masyarakat Desa Pondokrejo, Sumindar, Kecamatan Bulu, mulai pukul 07.30 WIB. Dari unsur masyarakat hadir tiga tokoh masyarakat, sedangkan dari Perhutani hadir KRPH Logede, Agung Siswantoyo, KRPH Tanjung, Danru Polhutmob, dan Mandor Tanam Logede.

Petak 24A1 seluas 3,6 hektare merupakan kawasan program ATM tahun tanam 2025 yang dikelola melalui kerja sama Perhutani dengan PG Rendeng. Kegiatan komsos dilakukan untuk menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat koordinasi menjelang pelaksanaan panen tebu.

Kepala RPH Logede, Agung Siswantoyo, menyampaikan bahwa Perhutani menyiapkan bantuan tenaga tebang sebanyak 23 orang dari Regu Tebang BKPH Sudo. Dukungan tersebut ditujukan untuk mempercepat proses panen sekaligus mengantisipasi risiko tebu roboh saat musim hujan.

Dalam koordinasi tersebut disepakati sejumlah hal, antara lain upah tenaga tebang sebesar Rp85.000 per ton yang ditanggung Perhutani, pelaksanaan tebang mulai 20 Agustus 2026 dengan target penyelesaian selama tujuh hari, serta penggunaan jalan inspeksi Petak 24A2 menuju TPQ Pondokrejo sebagai jalur angkutan tebu.

Selain itu, sisa tebangan atau rapen wajib dibersihkan agar tidak menjadi bahan bakar yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) juga dilibatkan untuk membantu mengawasi ritase serta menjaga keamanan hasil panen.

Tokoh masyarakat Desa Pondokrejo sepakat membantu menyosialisasikan pelaksanaan kegiatan kepada 75 kepala keluarga (KK) pesanggem agar tidak mengganggu proses penebangan dan memastikan tidak terjadi pungutan liar (pungli) di lahan.

Danru Polhutmob KPH Mantingan menegaskan bahwa jajaran Polhutmob akan melaksanakan patroli pengamanan selama proses penebangan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan, termasuk pencurian tebu.

Administratur KPH Mantingan melalui Kepala RPH Logede BKPH Sudo KPH Mantingan, Agung Siswantoyo, menjelaskan bahwa pihaknya meminta dukungan tokoh masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan panen agar berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan.

“Rabu pagi, 19 Agustus, saya melaksanakan komsos dengan tokoh masyarakat Desa Pondokrejo. Saya didampingi KRPH Tanjung dan Danru Polhutmob. Kami membahas pelaksanaan tebang tebu ATM di Petak 24A1 seluas 3,6 hektare. Upah tenaga tebang kami bayar Rp85.000 per ton. Penebangan mulai 20 Agustus dengan target selesai tujuh hari. Saya meminta bantuan Pak Sumindar untuk ikut mengawasi agar kegiatan berjalan aman, tidak ada pungli, dan rapen dibersihkan. Ini merupakan program ATM untuk mendukung hutan lestari dan masyarakat sejahtera. Jika panen sukses, tahun depan luas tanam dapat ditingkatkan,” ujar Agung Siswantoyo.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Pondokrejo, Sumindar, menyampaikan apresiasi kepada Perhutani atas kepercayaan dan pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan program tersebut.

“Terima kasih kepada Perhutani yang telah melibatkan kami sejak awal. Tadi Pak KRPH Logede sudah menjelaskan dengan jelas mengenai bantuan tenaga tebang dan upahnya. Warga kami siap mendukung. Tidak boleh ada yang mengganggu kegiatan dan tidak boleh ada pungli. Jalur truk tebu melalui jalan inspeksi juga sudah kami setujui. Harapan kami panen berjalan lancar, pembagian hasil jelas, dan sisa tebangan dibersihkan agar tidak menimbulkan kebakaran. Pondokrejo mendukung program ATM Perhutani,” ungkap Sumindar.

Kegiatan komsos terkait tebang tebu ATM di Petak 24A1 menjadi langkah awal untuk mendukung keberhasilan panen program ATM KPH Mantingan tahun 2026. Pelibatan tokoh masyarakat sejak tahap persiapan menunjukkan penerapan prinsip keterbukaan dan kemitraan dalam pelaksanaan program Agroforestry Tebu Mandiri.

Administratur KPH Mantingan, Rohasan, menargetkan panen ATM tahun 2026 mencapai 1.235,64 ton sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya swasembada gula nasional. Melalui prinsip “Tebang Bersih, Hutan Aman, Rakyat Makmur”, Perhutani KPH Mantingan terus mendorong produktivitas tanaman sekaligus menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan. (Mnt/Ism)

Editor: Annisha

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *