BANYUMAS TIMUR (17/10/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur memperpanjang kerja sama pemanfaatan sumber daya air dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jati Waringin di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jambusari, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatilawang, Jumat (16/10). Perpanjangan kerja sama ini menjadi langkah untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan sumber daya air sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat, terutama ketika musim kemarau meningkatkan risiko kekeringan.
Air merupakan sumber daya penting bagi kehidupan masyarakat. Ketersediaannya dibutuhkan untuk berbagai keperluan sehari-hari dan aktivitas produktif. Karena itu, pemanfaatan sumber air di sekitar kawasan hutan perlu dikelola dengan memperhatikan keberlanjutan, kondisi lingkungan, serta kebutuhan masyarakat yang bergantung pada aliran air tersebut.
Melalui perpanjangan kerja sama ini, Perhutani dan LMDH Jati Waringin diharapkan dapat melanjutkan komunikasi serta pengelolaan pemanfaatan sumber daya air secara tertib. Keberlanjutan kerja sama juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan perhatian terhadap kondisi sumber air dan lingkungan di sekitarnya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Sub Seksi Agroforestry dan Ekowisata, Riyatno Handoyo, menyampaikan bahwa perpanjangan kerja sama pemanfaatan sumber daya air merupakan bagian dari upaya membangun pengelolaan hutan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan. Menurutnya, pemanfaatan air perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang mendukung ketersediaannya.
“Perpanjangan kerja sama ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pemanfaatan sumber daya air bagi masyarakat. Perhutani ingin agar pemanfaatannya berjalan dengan tertib dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Harapan kami, debit air dapat tetap terjaga dan alirannya lancar sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, terutama saat musim kemarau ketika kebutuhan air semakin penting untuk mengantisipasi kekeringan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa ketersediaan air tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan sumbernya, tetapi juga dengan kepedulian dalam menjaga lingkungan. Oleh karena itu, upaya menjaga tutupan vegetasi, menghindari kerusakan kawasan, dan menggunakan air secara bijak menjadi bagian penting dari perhatian bersama. Kelancaran aliran air perlu didukung pengelolaan yang bertanggung jawab dan pemantauan kondisi sumber air secara berkala.
Kepala BKPH Jatilawang, Pratikno, menjelaskan bahwa keberlanjutan kerja sama perlu diikuti komunikasi yang baik antara petugas Perhutani dan LMDH. Pemantauan kondisi sumber air dan saluran pemanfaatannya diperlukan untuk mengetahui apabila terdapat hambatan atau perubahan kondisi yang perlu ditangani.
“Bagi Perhutani, kerja sama ini perlu dijalankan dengan tanggung jawab bersama. Selain memastikan pemanfaatan air berjalan sesuai kesepakatan, kondisi sumber air dan jalur alirannya juga perlu diperhatikan. Kami berharap debit air tetap mencukupi dan alirannya lancar, sehingga dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air, khususnya ketika menghadapi musim kemarau,” jelasnya.
Ketua LMDH Jati Waringin, Teguh Prayitno, menyampaikan bahwa keberlanjutan kerja sama menjadi hal penting bagi masyarakat yang memanfaatkan sumber daya air. Menurutnya, komunikasi dengan Perhutani diperlukan agar pemanfaatan air dapat berjalan dengan baik sekaligus mendorong masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan di sekitar sumber air.
“Kami berharap perpanjangan kerja sama ini dapat memberikan kepastian bagi keberlanjutan pemanfaatan air. Harapan kami, aliran air tetap lancar dan debitnya terjaga, terutama saat musim kemarau ketika risiko kekeringan meningkat. Kami juga berharap masyarakat ikut menjaga sumber air dan menggunakan air secara bijak agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tuturnya.
Harapan agar debit air tetap terjaga menjadi perhatian penting dalam menghadapi perubahan kondisi musim. Saat curah hujan berkurang, ketersediaan air dapat mengalami tekanan, sementara kebutuhan masyarakat tetap berjalan. Karena itu, menjaga kelestarian lingkungan dan memantau kondisi sumber air perlu menjadi bagian dari upaya jangka panjang, bukan hanya dilakukan ketika kekeringan mulai dirasakan.
Perpanjangan kerja sama ini juga menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya hutan dapat berjalan berdampingan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Kerja sama antara Perhutani dan LMDH perlu disertai pemahaman mengenai batas pemanfaatan, tanggung jawab masing-masing pihak, serta kepedulian terhadap keberlanjutan sumber air.
Melalui kerja sama dengan LMDH Jati Waringin, Perhutani KPH Banyumas Timur berharap pemanfaatan sumber daya air dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian kawasan hutan. Semangat Melangkah Bersama Merawat Hutan menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan juga berarti menjaga sumber kehidupan, termasuk air yang dibutuhkan masyarakat sekarang dan pada masa mendatang. (Byt/Mei)
Editor: Nasyia
Copyright © 2026
















Leave a Reply