Perhutani Jateng Dorong Optimalisasi Multi Usaha Kehutanan untuk Tingkatkan Pendapatan

KENDAL, (20/08/2026) | Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Multi Usaha Kehutanan (MUK) di Ruang Rapat Divisi Regional Jawa Tengah, Semarang, Selasa (19/8). Rakor tersebut membahas strategi optimalisasi dan pengembangan MUK di setiap Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) sebagai upaya meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus mendorong pemanfaatan potensi kawasan hutan secara produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan diikuti seluruh Kepala Sub Seksi (KSS) Agroforestri dan Ekowisata, KSS Kemitraan Produktif se-Jawa Tengah, serta tim terkait. Para peserta mengikuti pembahasan secara serius dengan memaparkan potensi MUK yang dapat dikembangkan di wilayah kerja masing-masing.

Kepala Divisi Regional Jawa Tengah melalui Kepala Seksi Utama Kemitraan Prroduktif, Ana Wahyu Yuliastuti menyampaikan bahwa optimalisasi MUK merupakan salah satu strategi penting Perhutani dalam mewujudkan kemandirian perusahaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

“Potensi MUK di Jawa Tengah sangat besar, mulai dari wisata hutan, agroforestri, perlebahan, hingga pemanfaatan jasa lingkungan. Saya meminta seluruh KPH segera memetakan potensi di wilayahnya dan menindaklanjutinya melalui pola kemitraan yang memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, para KSS memaparkan berbagai potensi MUK unggulan di wilayah masing-masing. Potensi tersebut antara lain pengembangan ekowisata, budidaya madu hutan, jamur, serta kerja sama agroforestri dengan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari, Sugiono, menyambut baik upaya Perhutani dalam mengoptimalkan potensi Multi Usaha Kehutanan di wilayah KPH Kendal. Menurutnya, pengembangan MUK dapat menjadi peluang bagi masyarakat desa hutan untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat kemitraan dengan Perhutani.

“Kami berharap pengembangan Multi Usaha Kehutanan dapat membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat sekitar hutan. Potensi agroforestri, hasil hutan bukan kayu, wisata, maupun jasa lingkungan perlu dikembangkan secara bersama-sama dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga kelestarian hutan,” ujar Sugiono.

Divisi Regional Jawa Tengah mendorong setiap potensi yang telah dipetakan agar segera ditindaklanjuti melalui kajian kelayakan dan penyusunan skema kemitraan. Selain itu, rapat juga membahas berbagai kendala di lapangan, strategi pemasaran, serta peluang kerja sama dengan pihak ketiga.

Seluruh peserta rapat juga didorong untuk menyusun peta jalan atau roadmap pengembangan MUK di masing-masing KPH serta melaporkan perkembangan pelaksanaannya secara berkala.

Melalui rakor tersebut, Perhutani berharap kontribusi pendapatan dari sektor MUK dapat terus meningkat dan menjadi salah satu pilar penting dalam pengelolaan hutan yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar hutan di Jawa Tengah. (Kdl/Tmy)

Editor: Diono
Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *