BANYUMAS TIMUR (02/09/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur terus memantau perkembangan produksi getah pinus dengan tidak hanya melihat capaian tertinggi pada Rabu (02/09). Konsistensi hasil dari waktu ke waktu menjadi bagian penting untuk memahami bagaimana suatu tegakan mampu mempertahankan produktivitasnya.
Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kebasen, Kuswoyo, mengatakan bahwa produksi yang tinggi dalam satu periode belum tentu menunjukkan pola produksi yang paling baik. Evaluasi perlu melihat bagaimana hasil tersebut bergerak dari bulan ke bulan dengan mempertimbangkan kondisi tegakan, cuaca, kegiatan penyadapan, dan kemampuan penyadap dalam mengelola sadapan.
“Yang perlu dilihat bukan hanya siapa yang menghasilkan paling banyak, tetapi bagaimana hasil itu terbentuk dan apakah dapat dipertahankan secara konsisten. Dari situ, Perhutani bisa membaca kondisi tegakan dan proses penyadapan secara lebih utuh,” ujarnya.
Konsistensi produksi dapat menjadi gambaran bahwa kondisi pohon dan kegiatan penyadapan relatif mampu berjalan secara berkelanjutan. Sebaliknya, produksi yang sesekali sangat tinggi tetapi kemudian turun tajam perlu dibaca lebih lanjut. Perubahan tersebut dapat berkaitan dengan kondisi cuaca, ketersediaan air, kondisi pohon, waktu pengumpulan, maupun faktor teknis di lapangan.
Karena itu, membandingkan produksi antarpetak tidak cukup dilakukan dengan mengambil satu angka tertinggi. Data bulanan justru memberikan cerita yang lebih panjang. Dari catatan tersebut dapat terlihat apakah suatu petak cenderung stabil, mengalami fluktuasi besar, atau perlahan menunjukkan perubahan.
Pendekatan tersebut juga membantu menghindari kesimpulan yang terlalu cepat terhadap kinerja penyadap. Hasil getah merupakan keluaran dari interaksi antara kondisi pohon dan lingkungan dengan proses kerja yang dilakukan di lapangan.
Gambaran aktivitas tersebut terlihat dalam penerimaan getah dari beberapa penyadap di Tempat Pengumpulan Getah (TPG) Kalirajut. Pada kegiatan tersebut, beberapa penyadap mengantarkan getah—Siam membawa satu keranjang jumbo, sementara Salam menyetorkan satu kandi. Di sisi lain, getah milik Kidam baru dilakukan langsiran sebanyak satu dari total lima kandi yang direncanakan.
Perbedaan jumlah tersebut menunjukkan bahwa hasil yang diterima di tempat pengumpulan tidak selalu datang dalam waktu dan volume yang sama. Ada penyadap yang sudah membawa satu wadah penuh, sementara sebagian lainnya masih berada dalam proses pengumpulan dan pengangkutan.
Kondisi seperti ini penting dicatat karena produksi getah berlangsung melalui proses yang bertahap.
“Hasil dari pohon dikumpulkan oleh kami, dibawa menuju TPG, kemudian diterima dan dicatat. Kalau dicatat rutin, kami bisa melihat Gambaran pekerjaan selanjutnya dalam rentang waktu yang lebih panjang,” kata Siam.
Dari perspektif pengelolaan, petak yang konsisten memiliki nilai tersendiri. Konsistensi membantu memberikan gambaran mengenai kestabilan potensi tegakan dan dapat menjadi bahan evaluasi untuk mempertahankan praktik penyadapan yang sudah berjalan baik.
Namun, konsistensi juga tidak berarti setiap bulan harus menghasilkan angka yang sama persis. Produksi getah tetap dipengaruhi oleh dinamika alam. Curah hujan, suhu, kelembapan, kondisi tanah, dan keadaan pohon dapat membuat hasil mengalami perubahan.
Karena itu, membaca produksi secara bulanan membutuhkan konteks. Angka tertinggi menarik untuk dicatat, tetapi pola yang terbentuk dalam beberapa bulan jauh lebih informatif untuk melihat konsistensi.
Perhutani terus mendorong pemantauan dan pencatatan produksi sebagai bagian dari upaya memahami kondisi tegakan secara lebih menyeluruh. Dengan melihat pola, bukan hanya puncak capaian, pengelolaan getah dapat dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Sebab, petak terbaik tidak selalu menjadi petak dengan satu angka produksi tertinggi. Bisa jadi, justru petak yang mampu terus memberikan hasil secara stabil adalah yang paling banyak memberikan cerita tentang bagaimana tegakan dan penyadap bekerja bersama dari waktu ke waktu. (Byt/Mei)
Editor: Nisa
Copyright © 2026
















Leave a Reply