Perhutani Dampingi Praktikum Lapangan Mahasiswa Unsoed di Kawasan Hutan Payau Tritih

BANYUMAS BARAT (11/09/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus mendukung kegiatan pendidikan tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan dan pengawalan kegiatan praktikum lapangan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto di kawasan Wisata Hutan Payau Tritih, tepatnya di Petak 57B wilayah kerja Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tritih, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rawa Timur.

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat mendampingi rombongan akademisi Unsoed yang dipimpin dosen pembimbing Any Kurniawati bersama 10 mahasiswa. Kehadiran rombongan tersebut disambut jajaran Perhutani yang berkomitmen mendukung kelancaran kegiatan praktikum sejak awal hingga selesai.

Administratur KPH Banyumas Barat Herry Merkussiyanto Putro menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Di lokasi, dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan oleh Kepala BKPH Rawa Timur Kusnadi yang didampingi Kepala RPH Tritih Warman serta jajaran personel lapangan Perhutani.

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat melalui Kepala BKPH Rawa Timur Kusnadi menyampaikan bahwa keterbukaan kawasan hutan, khususnya hutan payau (mangrove), untuk kegiatan penelitian dan praktikum merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

“Kami dari jajaran Perhutani KPH Banyumas Barat, mewakili Administratur Bapak Herry Merkussiyanto Putro, menyambut baik dan siap mengawal penuh kegiatan praktikum mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Unsoed ini. Kawasan Hutan Payau Tritih di Petak 57B merupakan laboratorium alam yang sangat kaya akan materi pembelajaran, mulai dari zonasi mangrove, interaksi biota laut, hingga pengelolaan dan pelestarian lingkungan pesisir. Kami berharap melalui pendampingan langsung ini, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di ruang kelas, tetapi juga mampu memahami kompleksitas serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem mangrove demi masa depan kelautan kita,” ujar Kusnadi.

Sementara itu, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat menerima apresiasi dari Universitas Jenderal Soedirman yang disampaikan dosen pembimbing lapangan Any Kurniawati atas keterbukaan, sambutan, serta pendampingan yang diberikan selama kegiatan di lokasi.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Perhutani KPH Banyumas Barat, khususnya BKPH Rawa Timur dan RPH Tritih, yang telah mengizinkan dan mendampingi kami secara langsung di Petak 57B ini. Kehadiran 10 mahasiswa kami bertujuan melakukan pengamatan mendalam mengenai struktur ekosistem perairan dan vegetasi hutan payau. Tanpa adanya sinergi dan pendampingan dari pihak Perhutani yang sangat memahami kondisi lapangan, praktikum ini tidak akan berjalan seefektif dan seaman ini. Kami berharap kolaborasi antara dunia akademisi dan praktisi kehutanan seperti Perhutani dapat terus berlanjut demi melahirkan generasi muda yang peduli terhadap kelestarian kelautan dan perikanan nasional,” tutur Any Kurniawati.

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat memastikan kegiatan praktikum lapangan berjalan dengan lancar dan interaktif. Para mahasiswa dipandu menyusuri jalur hutan payau sembari berdiskusi mengenai teknik pengelolaan hutan mangrove berbasis lingkungan dan pariwisata berkelanjutan yang diterapkan Perhutani.

Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Banyumas Barat berharap kawasan hutan payau tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi dan wisata edukasi, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda dalam memahami pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir secara berkelanjutan. (Byb/Twn).

Editor: Intan

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *