KPH Kebonharjo Perkuat Pemahaman Pesanggem Jelang Kegiatan Tanaman 2026

KEBONHARJO (14/09/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tawaran menggelar sosialisasi persiapan kegiatan tanaman tahun 2026 bersama petani penggarap lahan (pesanggem) dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di petak 161D Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Soko Gunung, BKPH Tawaran, Senin (14/09).

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memperkuat sinergi sekaligus menyelaraskan pemahaman teknis dalam mendukung keberhasilan tanaman dan menjaga kelestarian hutan. Kegiatan berlangsung secara dialogis dan dihadiri jajaran BKPH Tawaran, perwakilan pengurus LMDH, serta puluhan perwakilan pesanggem.

Administratur KPH Kebonharjo melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tawaran Junaedi menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan tanaman tahun 2026 sangat bergantung pada keterlibatan aktif para pesanggem sejak tahap awal pengelolaan lahan. Melalui pola agroforestry atau tumpangsari, petani diberikan ruang untuk memanfaatkan lahan dengan tanaman pertanian, tetapi tetap memprioritaskan pemeliharaan pohon kehutanan sebagai tanaman utama.

“Pesanggem bukan sekadar penggarap lahan, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan. Sinergi ini bertujuan agar target keberhasilan tanaman tahun 2026 tercapai secara optimal sekaligus memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Junaedi saat memberikan paparan.

Ia mengimbau para pesanggem untuk memahami poin-poin teknis utama dalam pelaksanaan tanaman tumpangsari, meliputi sistem pemancangan dan jarak tanam, pemilihan tanaman pokok dan tanaman pengisi, serta pembatasan jenis komoditas pertanian yang tidak mengganggu pertumbuhan dan unsur hara tanaman pokok.

Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tawaran juga mengimbau agar penggunaan bahan kimia dilakukan secara bijak serta menegaskan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar sebagai upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Perwakilan pesanggem, Supardi, menyambut baik sosialisasi tersebut. Para petani menyatakan kesiapan untuk mendukung program penanaman tahun 2026 sesuai dengan arahan teknis Perhutani demi mewujudkan kelestarian fungsi hutan yang berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa sekitar.

“Kami mewakili pesanggem mengucapkan terima kasih kepada Perhutani yang telah memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang cara bertanam tumpangsari. Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami dan teman-teman pesanggem. Semoga tanaman tahun 2026 dapat tumbuh maksimal sehingga hutan tetap hijau dan pesanggem sejahtera dari hasil panennya,” kata Supardi. (Kbh-Ari)

Editor: Annisha

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *