KPH Banyumas Timur Tingkatkan Produktivitas Penyadapan Getah Pinus

BANYUMAS TIMUR (16/09/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur terus memperhatikan produktivitas penyadapan getah pinus melalui capaian produksi dan jumlah penyadap yang terlibat, Selasa (15/09). Produksi yang tinggi belum selalu menunjukkan tingkat efisiensi yang sama. Salah satu cara melihatnya adalah dengan membandingkan volume getah yang dihasilkan dengan jumlah penyadap pada suatu wilayah kerja.

Perhitungan sederhana tersebut dapat memberikan gambaran mengenai produktivitas rata-rata penyadap. Rumusnya adalah total produksi getah dibagi jumlah penyadap. Hasilnya kemudian dapat dibandingkan antarwilayah, seperti Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) maupun Resort Pemangkuan Hutan (RPH). Namun, angka tersebut tetap perlu dibaca bersama kondisi lapangan karena setiap wilayah memiliki karakteristik tegakan, medan, luas areal sadapan, dan kondisi pohon yang berbeda.

Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala BKPH Kebasen, Kuswoyo, menyampaikan bahwa capaian produksi perlu dilihat secara lebih utuh. Menurutnya, volume yang besar memang menjadi salah satu indikator kinerja, tetapi jumlah tenaga yang terlibat juga penting untuk melihat bagaimana produktivitas dapat dijaga.

“Produksi perlu dilihat tidak hanya dari total volumenya, tetapi juga dari jumlah penyadap yang menghasilkan volume tersebut. Dengan begitu, Perhutani dapat mengetahui gambaran produktivitas setiap wilayah dan melihat bagian mana yang masih dapat ditingkatkan,” ujarnya.

Pengukuran tersebut juga membantu menghindari kesimpulan yang hanya berdasarkan angka produksi tertinggi. Sebuah RPH dengan produksi lebih besar belum tentu memiliki produktivitas per penyadap yang lebih tinggi apabila jumlah penyadapnya juga jauh lebih banyak. Sebaliknya, produksi yang lebih kecil dapat memiliki produktivitas rata-rata yang baik apabila dicapai dengan jumlah penyadap yang lebih sedikit.

Di lapangan, persiapan menuju periode berikutnya juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan produksi. Pada persiapan target periode II September, penyadap turut memastikan hasil sadapan dapat dikumpulkan dan disetorkan sesuai waktu yang telah ditentukan.

Salah satunya dilakukan Darun dan Yaton. Keduanya masing-masing menyetorkan empat kandi getah ke Tempat Pengumpulan Getah (TPG) Kalirajut sebagai bagian dari persiapan menghadapi target periode II September.

Darun mengatakan bahwa pencapaian target tidak hanya bergantung pada banyaknya hasil yang diperoleh pada satu waktu. Menurutnya, pengaturan pekerjaan sejak proses penyadapan hingga penyetoran perlu dilakukan secara konsisten.

“Kalau dari awal sadapan sudah dipersiapkan dan setoran dilakukan sesuai waktunya, target lebih mudah dikejar. Yang penting hasilnya tetap dijaga,” katanya.

Hal senada disampaikan Yaton. Ia menilai pencapaian produksi perlu diimbangi dengan keteraturan pekerjaan di lapangan. Setoran empat kandi yang dilakukannya menjadi bagian dari upaya mempersiapkan capaian pada periode berikutnya.

“Target periode berikutnya harus dipersiapkan dari sekarang. Jadi bukan menunggu akhir periode baru mengejar hasil,” ujarnya.

Perhutani juga dapat menggunakan data produktivitas per penyadap sebagai bahan evaluasi antarwilayah. Data tersebut dapat membantu melihat kebutuhan pendampingan, kondisi areal sadapan, hingga pola kerja yang perlu diperbaiki. Dengan demikian, angka produksi tidak berhenti sebagai capaian akhir, tetapi menjadi bahan untuk memahami proses yang menghasilkan capaian tersebut.

Produktivitas yang terukur akan membantu Perhutani menjaga keseimbangan antara target, tenaga penyadap, kondisi tegakan, dan mutu getah. Dari proses tersebut, upaya menjaga hutan dan hasilnya dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Perhutani menjaga produktivitas tanpa mengabaikan kondisi tegakan. Sebab, hasil getah yang baik perlu berjalan seiring dengan pengelolaan yang bertanggung jawab untuk mewujudkan Hutan Lestari Kita. (Byt/Mei)

Editor: Nasyia

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *