Perhutani KPH Pekalongan Timur Optimalkan Produksi Getah Pinus melalui Pemeliharaan Talang Sadap

PEKALONGAN TIMUR (05/10/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Paninggaran terus mendorong peningkatan produktivitas getah pinus melalui pemeliharaan dan optimalisasi sarana prasarana penyadapan di lapangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah kegiatan naik talang untuk memastikan aliran getah dari pohon pinus menuju wadah penampungan dapat berjalan secara optimal.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kepala BKPH Paninggaran, Catur Tovix Mardiyanto, bersama tenaga alih daya yang terlibat dalam kegiatan lapangan. Salah satu tenaga alih daya yang turut mengikuti kegiatan tersebut adalah Thomas.

Dalam pelaksanaan kegiatan, Kepala BKPH Paninggaran, Catur Tovix Mardiyanto, mengajak tenaga alih daya untuk bersama-sama melakukan pengecekan dan penataan talang sadap pada pohon pinus. Kegiatan naik talang dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi sarana penyadapan agar tetap berfungsi dengan baik, sehingga getah yang keluar dari bidang sadap dapat dialirkan dan ditampung secara maksimal.

Catur Tovix Mardiyanto menyampaikan bahwa keberhasilan peningkatan produksi getah pinus tidak hanya bergantung pada proses penyadapan, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap sarana pendukung di lapangan. Talang yang terpasang dengan baik akan membantu mengurangi potensi kehilangan getah serta menjaga hasil sadapan tetap terkumpul pada wadah penampungan.

“Kegiatan naik talang ini merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap optimalisasi penyadapan. Dengan kondisi talang yang baik, aliran getah dapat lebih maksimal sehingga diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi getah pinus,” ujar Catur.

Selain melakukan penataan talang, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi jajaran BKPH Paninggaran untuk memberikan arahan secara langsung kepada tenaga alih daya mengenai pentingnya ketelitian, keselamatan kerja, dan kepedulian terhadap kondisi tanaman serta sarana penyadapan.

Keterlibatan tenaga alih daya seperti Thomas menunjukkan adanya semangat kebersamaan dalam mendukung kegiatan pengelolaan sumber daya hutan. Kolaborasi antara jajaran BKPH dan tenaga lapangan diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai kendala teknis yang ditemukan di lapangan.

Kegiatan naik talang juga menjadi bagian dari langkah Perhutani KPH Pekalongan Timur dalam menjaga kualitas proses produksi hasil hutan bukan kayu (HHBK), khususnya getah pinus. Melalui pemeliharaan sarana penyadapan secara rutin dan pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan potensi produksi dapat terus dioptimalkan.

Dengan adanya kegiatan tersebut, BKPH Paninggaran berkomitmen untuk terus meningkatkan efektivitas pengelolaan sadapan getah pinus melalui penguatan pengawasan lapangan, pemeliharaan sarana penyadapan, serta keterlibatan aktif seluruh unsur yang mendukung kegiatan produksi.

Semangat kebersamaan antara jajaran Perhutani dan tenaga alih daya menjadi salah satu kekuatan dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, aman, dan berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian target produksi getah pinus KPH Pekalongan Timur. (Pkt/Ran)

Editor: Nisa

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *