Perhutani Kedu Selatan Perkuat Kualitas Bibit Pinus melalui Seleksi Persemaian

KEDU SELATAN (6/10) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan melalui Administratur KPH Kedu Selatan Dwi Puspitasari melaksanakan kunjungan kerja sekaligus pengecekan persemaian bibit tanaman pinus di Petak 4T, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Watubelah, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Banjarnegara, KPH Kedu Selatan, pada Sabtu (03/10). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan dan pengamatan kegiatan persemaian untuk memastikan ketersediaan bibit yang berkualitas dan siap ditanam di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, Administratur KPH Kedu Selatan Dwi Puspitasari didampingi Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Banjarnegara Tri Saptono, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Watubelah Slamet Widodo, Kepala Seksi Sumber Daya Hutan (KSS) Tanaman Danang Pardianto, serta jajaran lapangan. Pengecekan dilakukan dengan melihat secara langsung kondisi persemaian, perkembangan bibit, serta kesiapan pelaksanaan seleksi bibit sebelum didistribusikan untuk kegiatan penanaman.

Dwi Puspitasari menyampaikan bahwa kesiapan bibit menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan tanaman di lapangan. Oleh karena itu, proses seleksi harus dilakukan secara cermat agar bibit yang ditanam benar-benar memenuhi persyaratan.

“Untuk memastikan kesiapan bibit tanaman pinus, perlu dilakukan seleksi secara baik dan teliti. Bibit yang memenuhi kriteria diharapkan nantinya siap tanam di lapangan sehingga dapat mendukung keberhasilan tanaman,” ujar Dwi.

Berdasarkan hasil pengecekan, persemaian pinus di lokasi tersebut memiliki rencana produksi sebanyak 92.903 plences dan realisasi juga telah mencapai 92.903 plences atau sebesar 100% dari target yang ditetapkan.

Bibit yang telah mencapai target produksi tersebut masih memerlukan proses seleksi dan pemeliharaan lanjutan untuk memastikan kualitas, kesehatan, ukuran, dan kondisi bibit sesuai dengan kriteria yang dipersyaratkan. Bibit yang lolos seleksi selanjutnya akan ditetapkan sebagai bibit siap tanam dan dipersiapkan untuk didistribusikan ke lokasi penanaman.

Dwi menegaskan bahwa capaian tersebut perlu diikuti dengan pemeliharaan dan seleksi secara berkelanjutan. Bibit yang telah mencapai target produksi harus dipastikan kondisinya tetap sehat dan memenuhi standar hingga memasuki tahap siap tanam.

Dengan proses tersebut, diharapkan ketersediaan bibit pinus tidak hanya memenuhi target secara kuantitas, tetapi juga memiliki kualitas yang mendukung keberhasilan tanaman setelah ditanam di lapangan, sehingga dapat menunjang keberhasilan kegiatan tanaman di wilayah KPH Kedu Selatan. (Kds/Bhs).

Editor: Annisha

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *